32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Melongok Kampung Urban Farming di Panjangan Asri, Manyaran

Minimnya lahan pertanian di perkotaan membuat warga Panjangan Asri, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat membuat pertanian dengan konsep urban farming. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

SEMARANG – Perkampungan padat penduduk dan sempitnya lahan pertanian tak membuat warga Panjangan Asri Blok K-8 RT 6 RW 8 Kelurahan Manyaran, Semarang Barat ini kehabisan akal untuk melakukan aktivitas bercocok tanam. Mereka memutar otak hingga muncullah ide membuat pertanian berkonsep urban farming.

Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Yang berbeda adalah pelaku dan media tanamnya. Pertanian konvensional pelakunya petani dan lebih berorientasi pada hasil produksi. Sedangkan pertanian urban farming pelakunya adalah masyarakat urban yang bekerja sebagai karyawan pabrik, perkantoran, dan lain-lain.

Jangan heran jika berbagai macam tanaman budidaya hortikultura tumbuh subur di sekitar rumah warga Panjangan Asri Blok K-8. Berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, terong, jahe, kunir, dan berbagai tanaman sayur-sayuran mudah dijumpai di kampung tersebut. Sistem hortikultura ini menggunakan proses pertanian modern.

”Kami menyadari terbatasnya lahan pertanian di perkotaan, maka harus bisa disiasati agar warga bisa bercocok tanam. Karena itu, kami berinisiatif membuat pertanian dengan konsep urban farming,” kata Ari Koeswoyo salah satu warga Panjangan Asri Blok K 8 RT 6 RW 8 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, belum lama ini.

Dikatakannya, untuk melakukan pertanian dengan konsep urban farming, bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah. Warga menggunakan media tanam polybag, tanah hitam, pupuk kandang, dan sekam gabah. ”Modalnya menggunakan kas RT untuk membeli pengadaan polybag, termasuk membeli benih,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, proses penanaman dalam sistem ini juga sangat mudah. Benih disemai selama 1 bulan, kemudian dipindah ke polybag atau pot. Ternyata ide tersebut dirasakan warga sangat efektif. Sebab, selain membuat kondisi kampung lebih sejuk karena hijau royo-royo, juga berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, terong, jahe, kunir, dan berbagai tanaman sayur-sayuran bisa tercukupi. ”Semua masyarakat bisa menikmati hasilnya,” katanya.

Perawatannya, lanjut dia, juga sangat mudah. Setiap hari libur, warga bergotong-royong kerja bakti melakukan perawatan, penanaman bibit baru dan lain-lain. ”Warga dapat memanfaatkan lahan terbatas, melalui penanaman hortikultura dengan menggunakan pot sederhana. Hasilnya, nanti bisa dimanfaatkan warga, dan menjadikan lingkungan lebih hijau,” ungkap dia.

Ketua RT 6 RW 8, Gunawan Agung, mengatakan, atas aktivitas pertanian urban farming tersebut, warga tidak panik saat belakangan harga cabai di pasaran melambung. ”Kami berharap warga semakin banyak menanam berbagai macam tanaman. Karena tidak membutuhkan lahan luas. Cukup di teras-teras rumah, tepi tembok, kegiatan bercocok tanam ini bisa dilakukan,” katanya.

Dengan memanfaatkan pertanian urban farming ini pengeluaran rumah tangga juga bisa berkurang. Sebab, hampir semua kebutuhan dapur ditanam sendiri. ”Bahan pangan tersedia di pekarangan rumah masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, konsep urban farming ini menjadikan warga terinspirasi untuk mencintai budaya bercocok tanam. Hampir semuanya bernilai positif. Karena lingkungan menjadi sehat, sejuk, warga guyub rukun dan bisa memetik hasilnya, termasuk membantu berperan menyukseskan pembangunan Kota Semarang. ”Apalagi sekarang juga ada program kampung tematik,” katanya.

Dia berharap, kesadaran masyarakat untuk mencintai aktivitas bercocok tanam di kampung tersebut akan terus ditingkatkan. Sehingga kampung tersebut mampu menciptakan identitas karakteristik warganya dengan mengusung pertanian urban farming ini. ”Kami bersama-sama nyengkuyung program-program yang membangun demi kesejahteraan masyarakat. Tentu ini akan bermanfaat baik untuk warga sendiri maupun wilayahnya,” ujarnya. (*/aro/ce1)

 

JS: Warga Lebih Guyub Rukun

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here