32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

DPD RI Ditarget Mampu Amandemen UUD

SEMARANG – Sosok Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua DPD RI yang baru ditargetkan bisa merealisasikan agenda amandemen UUD yang fokusnya memperkuat peran serta fungsi DPD. Latar belakang OSO yang berasal dari parpol justru diharapkan punya posisi tawar kuat guna memuluskan agenda yang berulang kali kandas itu.

”Potensi Pak Oesman cukup besar. Saya berharap seperti dalam wayang, sesudah goro-goro, lakonnya di situ,” kata anggota DPD RI asal Jatengm Bambang Sadono. Menurutnya untuk menjalankan agenda tersebut, dibutuhkan komunikasi yang intensif dengan pimpinan parpol dan pemerintah. Maka, terlepas adanya pro kontra, terpilihnya OSO menjadi ketua sudah tepat. Pembahasan amandemen UUD yang berulang kali buntu, disimpulkannya lantaran tak ada lobi yang kuat dari pihak DPD.

”Kemarin sudah disiapkan bahan bertahun-tahun dan parpol tak sepakat, maka tidak jadi (amandemen). Kesimpulannya, harus ada komunikasi dengan pimpinan parpol dan presiden untuk membahas,” tandasnya.

Menurutnya, penguatan lembaga DPD diperlukan. Tujuannya, aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui DPD bisa dikawal dan direalisasikan. Lantaran kewenangan DPD menjadi lebih efektif. Pergantian kepemimpinan dianggapnya menjadi momentum yang tepat.

Bambang menjelaskan perdebatan latar belakang OSO yang merupakan pimpinan parpol tak relevan. Pasalnya tak ada aturan yang melarang. Bambang sendiri merupakan kader Partai Golkar. Namun, katanya, saat mebahas urusan DPD maka bisa memosisikan dan tidak mencampuradukkan. Di DPD sendiri banyak anggota yang masih sebagai kader parpol. Ada yang dari Golkar, PPP, PAN, dan Hanura.

Sebaliknya, saat ini DPD semakin terpacu untuk menunjukkan kinerjanya untuk merealisasikan aspirasi masyarakat. Selain, menjalankan tugas sesuai tupoksi, upaya memperkuat peran dan fungsi dinilai urgen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. (ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here