32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Bank Jateng Kejar Posisi Pertama

SEMARANG – Bank Jateng mengejar peringkat pertama jumlah aset di antara 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Saat ini aset bank milik pemprov tersebut berada di peringkat ke-2 di antara BPD se-Indonesia. Hingga Desember 2016, aset Bank Jateng mencapai Rp 51,25 triliun atau meningkat 2 kali lipat dalam 3 tahun. Yaitu dari posisi Rp 30,70 triliun pada Desember 2013.

Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Jateng Supriyatno pada Upacara HUT ke-54 Bank Jateng di kantor pusat Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (6/4). ”Ini bukti bank daerah jika dikelola dengan baik, mampu berbicara. Tahun depan, kami targetkan aset meningkat, siapa tahu jadi yang pertama,” ujar pria yang akrab disapa Nano ini.

Dia menambahkan kerja Bank Jateng pada 2016 telah banyak yang terselesaikan. Bahkan di antaranya memperoleh pengakuan secara nasional. Kredit Mitra Jateng 25 dengan bunga 7 persen menjadi pelopor bunga rendah di Indonesia. Selain itu, layanan DUTA Bank Jateng merupakan program Laku Pandai BPD Pertama yang dibangun internal Bank Jateng. ”Masih banyak pencapaian lainnya, seperti layanan cash management di seluruh Pemda, SP2D Online, E-Tax, E-Retribusi, dan CMS PDAM,” ungkapnya.

Saat ini lanjutnya, sedang dipersiapkan produk dan layanan baru Bank Jateng berupa Mobile Internet Banking (MIB), Cash Deposit Machine (CDM), Electronic Data Capture (EDC), dan kiriman uang melalui ATM tanpa kartu.

Dikatakannya, menghadapi iklim persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat, kata kuncinya adalah daya saing. Untuk itu produk, jasa layanan, dan kualitas pelayanan harus excellent. Pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi telah menjadi keniscayaan untuk bersaing dengan perbankan atau lembaga bisnis lainnya.

Saat ini, Kredit Mitra Jateng 25 telah tersalurkan hingga Rp 220 miliar kepada 11.500 debitur. Pihaknya juga akan meluncurkan kredit mini untuk penjual di pasar yang terjerat rentenir. ”Dengan bunga hanya 2 persen dan plafon Rp 1 juta, harapannya bisa menghindarkan pedagang dari jeratan rentenir. Kami harus hadir di pasar-pasar tradisional,” tandasnya. (ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here