32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Dua Mahasiswi Digendam

SEMARANG – Dua mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Semarang diduga menjadi korban pencurian dengan modus hipnotis atau gendam. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Dua mahasiswi tersebut bernama Vani Dwi Hapsari, 22, warga Candisari, dan Pratiwi, 23, warga Jangli, Kota Semarang. Keduanya kehilangan dua handphone, cincin emas, dua buah jam tangan dan juga uang tunai di dalam ATM sebesar Rp 12 juta.

Peristiwa ini terjadi di dalam Mal Ciputra Semarang, Selasa (4/3) sekitar pukul 15.00. Bermula ketika keduanya sedang jalan-jalan dan bertemu dengan seseorang yang mengaku warga Brunei Darussalam. Kedatangannya di Indonesia, hendak mengembalikan sebuah benda wasiat kakeknya.

”Ngakunya namanya Wahyu, dari Brunei Darussalam. Nggak tau dari mana arahnya, tiba-tiba dia nyeblek lengan saya. Nanya mau mengembalikan benda wasiat,” ungkap Vani saat mengadu ke SPKT Polrestabes Semarang, kemarin.

Secara spontan, korban lantas menanggapi pertanyaan pelaku dan menyarankan supaya benda tersebut dititipkan di kantor pemerintah (Dinas Pariwisata). Namun, pelaku berubah obrolan lain, yakni mengatakan jika benda pusaka tersebut bisa menyembuhkan penyakit, gangguan ilmu hitam hingga meramal korban.

”Saya diramal, disuruh juga beli telur. Setelah telur itu saya serahkan ke orang itu di dalamnya ada benda-benda aneh,” terangnya.

Saat ketiganya terlibat obrolan, tak lama kemudian datang seorang laki-laki tak dikenal yang mengaku sebagai pegawai advertising. Diduga laki-laki tersebut merupakan satu kompolotan dengan pelaku.

”Dia juga ikut-ikut yakin kepada benda yang dibawa laki-laki tadi. Dari situ kemudian aku terpisah sama temanku,” timpal korban lain Pratiwi.

Korban Vani mengaku dibawa ke lobi bioskop yang ada di mal tersebut. Kemudian korban dirayu untuk menyebutkan harta benda yang dimilikinya. Bahkan, untuk meyakinkan bisa mengeluarkan gangguan ilmu hitam, korban juga diminta untuk tes kejujuran. ”Saya ditanya punya barang apa, saya bilang ATM, handphone. Itu dibawa semua. Termasuk cincin emas dan jam tangan,” katanya.

Sementara, Pratiwi mengakui telah menyebutkan nomor PIN ATM kepada orang yang mengaku warga Brunei Darussalam tersebut. Akibatnya uang yang ada di dalam ATM dikuras pelaku.

”Uang di ATM Rp 12 juta hilang. Karena saya menyebutkan nomor PIN. Uang di ATM saya cek, ada transaksi pengambilan 3 kali. Pertama Rp 3,5 juta, terus Rp 2,2 juta, dan sama ditransfer Rp 3,8 juta ke BRI. Kalau totalnya ya sampai Rp 25 juta,” imbuh Pratiwi.

Selain menjadi korban pencurian, Vani juga mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Di lobi bioskop tersebut, korban sempat dicium oleh pelaku. Vani mengaku seperti di bawah alam sadar.

”Kami tanpa sadar menurut semua yang dia katakan. Sadarnya pas saya disuruh cuci muka di toilet, Pratiwi disuruh beli telur lagi. Pas kembali sudah tidak ada,” katanya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here