33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Sujiarno Broto Aji, Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng

Merasa Hidupnya Selalu Ketiban Pulung

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Saat ini, Sujiarno Broto Aji menjabat Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng. Ia juga dipercaya warga sebagai Ketua Takmir Masjid Jamiatul Asri di Perumahan Bukit Asri, Semarang.

ADVOKAT berkepala botak ini memang terlihat cukup garang secara fisik. Namun sebetulnya hatinya lembut bagaikan kapas putih. Selain menjabat Ketua HAMI Jateng, ia juga menjadi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat pada DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) versi Juniver Girsang. Yang menarik lagi, pria yang akrab disapa Aji ini juga menjadi Ketua Takmir Masjid Jamiatul Asri di Perumahan Bukit Asri.

Alumni sarjana dan magister hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini mengaku, kisah hidupnya penuh liku. Aji merasa hidupnya selalu ketiban pulung atau keberuntungan. Terbukti, usai lulus kuliah, ia selalu mendapatkan posisi sebagai pimpinan sebuah kelompok orang, meskipun sebelumnya tidak pernah terbesit sedikitpun di pikirannya.

Kisah hidupnya dimulai pada 1994. Ketika itu, setelah lulus kuliah di FH Untag Semarang, ia merantau ke Jakarta. Ia relatif mudah mendapatkan pekerjaan. Sebab, sebelum krisis moneter 1998, melamar pekerjaan masih sangat gampang. Ibaratnya, dari 10 lamaran pekerjaan yang dikirim, bisa 9 yang dipanggil kerja.

”Waktu itu, saya melamar pekerjaan sebagai personalia, di mana semua pelamar harus menempuh berbagai tahapan tes, tapi saya berbeda sendiri. Saya langsung diminta pimpinannya agar besok langsung bekerja dan dipercaya menjadi Kepala Personalia di pabrik pemintalan benang di Bogor dengan membawahi 500 pekerja, padahal saya merasa nol pengalaman,” kenang Aji saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya Ruko Citarum No 6, Semarang.

Dua tahun bekerja, Aji memilih mengundurkan diri. Ia memutuskan melamar kerja di sebuah klub malam bernama Stardust dengan gaji lebih besar. Lagi-lagi ia dipercaya sebagai supervisor dengan membawahi 300 anak buah.

”Setelah krisis moneter, perusahaan klub malam tutup, karena dolar melambung, semua karyawan di-PHK, termasuk saya. Merasa kalah perang di Ibu Kota, akhirnya pada tahun 1999 saya kembali ke Semarang,” kenangnya.

Di Kota Atlas, Aji magang di kantor pengacara Sugiarto yang kebetulan mantan dosennya. Ia magang selama 3 tahun, dan pada 2000 bergabung dengan Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila Jateng.

Berikutnya, pada 2002 Aji memutuskan mengikuti ujian pengacara di Jakarta, yang akhirnya lolos dan resmi menjadi advokat hingga sekarang. Sejumlah organisasi pernah diikuti, di antaranya menjadi Wakil Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Jateng, Wakil Ketua (LPPH) PP Jateng, serta Sekretaris hingga Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Semarang.

Ia juga menjadi ketua takmir masjid di perumahannya sejak 2014 lalu. Ia didaulat menjadi ketua takmir bermula saat ia dan keluarganya ingin mengadakan pengajian di kediamannya bersama jamaah Masjid Jamiatul Asri. Saat itu, ketua takmir lama, Yuri Aris, menyampaikan kalau kepengurusan takmir masjid akan berakhir, dan Yuri Aris menyatakan tidak akan melanjutkan lagi. Karena semua warga dan jamaah sedang berkumpul, akhirnya dirapatkan di forum usai pengajian tersebut, Aji mengaku saat itu langsung mengambil sikap agar diadakan pemilihan. ”Di luar dugaan dari 20 warga, 9 orang memilih saya,” katanya.

Aji mengaku dalam kehidupannya selalu memegang prinsip kendali 5M. Yakni, mengalir, mengalah, mengasih, mengasah, dan mengasuh, di mana prinsip itu selalu dijadikan sebagai pengendali hidup secara pribadi. Meskipun ia sendiri kadang lepas kendali. Hanya saja ia selalu mencoba berbuat baik.

Setelah dipercaya sebagai takmir, Aji berulang kali diminta mengisi kultum saat Ramadan, termasuk menjadi imam salat dan memimpin doa dalam sebuah pertemuan.

Ia mengakui, hingga kini belum bisa baca tulis Alquran. Namun saat hal itu diungkapkan, justru banyak yang tidak percaya. Aji sendiri kini masih terus belajar menjadi lebih baik lagi. ”Saya suka mempelajari sesuatu yang baru. Saat akan mengisi kultum, saya pelajari dari Youtube, dan belajar dari mendengarkan saat Jumatan. Saya akui, sekilas fisik saya semipreman, kecuali orang itu sudah mengenal saya cukup dekat,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Libur Lebaran, Okupansi Java Paradise Resort Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Java Paradise Resort di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, dua minggu sebelum libur Lebaran, tercatat sudah full booked atau dipesan wisatawan. “Okupansinya sudah full dan...

Pemkab Wajib Fasilitasi Modal hingga Pemasaran Produk

KABAR Gembira bagi para pelaku usaha mikro di Kabupaten Magelang. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diinisiasi oleh DPRD setempat, telah selesai dibahas dan diterbitkan...

Perlu Peninggian Jembatan

SEMARANG–DPRD  Kota Semarang meminta normalisasi Sungai Beringin segera direalisasikan. Pemkot Semarang diminta proaktif mengingat normalisasi sungai merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali...

Penyedia Jasa Harus Taat Kontrak 

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG –  Penyedia jasa yang beroperasi di Kabupaten Temanggung diminta taat pada kontrak kerja. Dengan taat kontrak kerja, diharapkan pekerjaan jasa konstruksi bisa...

Modifikasi Mobil Hot Rod Habiskan Rp 200 Juta

RADARSEMARANG.COM - Bagi Joko Priyono, dunia otomotif merupakan nafasnya. Bagaimana tidak, dari tangan dinginnya tercipta berbagai mobil modifikasi yang unik dan tidak ada duanya....

Semi Final Anak dan Pemula Putra Diramaikan Unggulan

PURWOREJO - Pemain unggulan tunggal usia anak dan pemula putra tampil perkasa dalam babak delapanbesar Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup VIII Purworejo 2017. Hasil...