33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Potensi Unggulan Wonokerto Dinilai

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK – Banyak potensi unggulan yang ditampilkan Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah. Di antaranya, pengembangan pembuatan bonsai yang bernilai mahal, fermentasi ternak kambing, produksi sangkar burung, pembibitan ikan lele, dan budidaya jamur tiram. Beberapa potensi desa yang terletak di tepi sungai pelayaran jalur Pantura Demak ini menjadi unggulan dalam lomba desa tingkat Kabupaten Demak.

Kemarin, tim lomba desa yang dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinpermadesP2KB), M Ridwan melakukan penilaian di Desa Wonokerto. Tim diterima langsung Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro dan perangkat desa lainnya. Bambang dan perangkat desa yang mengenakan pakaian khas Jawa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi tim penilai.

Kades Bambang Untoro mengatakan, potensi desa yang dipimpinnya hingga kini terus dikembangkan. “Untuk bonsai sudah kerap juara dalam berbagai pameran,” katanya.

Sedangkan, potensi lainnya juga telah menambah pendapatan warga sehingga makin sejahtera. Selain potensi ekonomi, kini pemerintah Desa Wonokerto juga bersiap membuat Kampung Jawa. Di kampung ini, akan dikembangkan budaya Jawa, mulai terkait tutur bahasa dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya. Dari sisi administrasi desa, juga makin tertib. “Pemeriksaan oleh Inspektorat cukup seperempat jam saja. Itu paling cepat,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah Desa Wonokerto sangat memperhatikan kelengkapan administrasi rencana penggunaan dana (RPD) yang disertai dengan laporan realisasinya. Dengan demikian, pemerintahan desa dapat berjalan baik. Soal pembangunan infrastruktur desa juga semakin baik dengan tingkat swadaya masyarakat yang cukup tinggi. “Nilai APBDes kita mencapai Rp 1,4 miliar,” kata Bambang.

Kepala DinpermadesP2KB, M Ridwan mengatakan bahwa penilaian lomba desa hasilnya akan disampaikan ke Pemprov Jateng pada 24 April mendatang. Sesuai Permendagri Nomor 81/2015, tim penilai lomba desa antara lain melibatkan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Pariwisata, PKK dan instansi terkait lainnya. “Pada 2017 ini, ada 14 desa dari 14 kecamatan yang ikut lomba desa tingkat kabupaten. Yang menang nanti maju ke tingkat provinsi,” katanya.

Ada tiga poin yang menjadi titik penilaian. Yaitu, pemerintahan, kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat. “Titik tekannya di bidang pemberdayaan masyarakat. Yaitu, bagaimana desa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui proses pemberdayaan itu sehingga dapat mengatasi kemiskinan, termasuk lewat penggunaan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang dimiliki, ” ujar M Ridwan. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SSA Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Panti Asuhan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Komunitas otomotif Honda Stream Semarang Atlas (SSA) mengajak anak-anak dari Panti Asuhan Al Amanah, Mangunharjo dan Panti Asuhan Nurul Ihsan, Tlogosari, menikmati ngabuburit...

Langgar Tarif Parkir, Dibekukan Setahun

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang keras tarikan retribusi parkir melebihi aturan bagi pengunjung New Galabo yang diresmikan Minggu malam. Bila nekat,...

Lain Surabaya Lain Bandung

Bila di Surabaya baru muncul Migo, di Bandung sebenarnya sudah lebih dulu ada Banopolis. Sama-sama persewaan sepeda, tapi sejarahnya berbeda. Banopolis sebenarnya sebuah singkatan: Bandung...

SKTM Tak Sesuai, Satu Peserta Didiskualifikasi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Panitia verifikasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Ungaran menemukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai. Wakil...

BRT Tawang-Bawen Beroperasi Juli

UNGARAN – Bus Rapid Transit (BRT) koridor 1 rute Stasiun Tawang – Bawen beroperasi Juli 2017. Bersamaan dengan pengoperasian tiga koridor lain, yakni koridor...

Gereja di Pegunungan Juga Dijaga

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Pengamanan pelaksanaan ibadah Natal 2017 di Kabupaten Temanggung, tidak hanya fokus pada gereja-gereja besar atau gereja di wilayah kota saja. Tapi juga...