33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Petani di 13 Daerah Belum Terdata

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Keinginan Pemprov Jateng untuk segera merealisasikan program kartu tani sepertinya sulit terwujud. Sebab, saat ini jumlah petani di 13 kabupaten/kota masih belum terdata. Pemprov juga baru mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar di 2017.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ahsin Maruf mengatakan, sejauh ini baru ada 22 kabupaten/kota yang jumlah petaninya terdata. Artinya program kartu tani yang dicanangkan Gubernur Jateng masih belum bisa direalisasikan maksimal. ”Masih ada 13 daerah belum terdata, dan baru dialokasikan di tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya program kartu tani sangat bagus. Terlebih dengan adanya Jateng ijo royo-royo. Tetapi karena masalah pendataan dulu yang tidak akurat, akhirnya program tersebut harus dimulai dari awal. Selain itu, program kartu tani juga masih belum banyak manfaatnya untuk petani di Jateng. ”Ya karena fungsinya hanya untuk pengendali pupuk bersubsidi saja. Jadi masih belum menyentuh semua aspek kebutuhan petani,” tambahnya.

Dewan berharap program kartu tani bisa dimanfaatkan bagi petani di 35 kabupaten/kota di 2018. Terlebih program tersebut merupakan janji Gubernur Ganjar Pranowo yang sudah tertuang menjadi visi dan misi serta target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dari sisi anggaran sudah dialokasikan sekitar Rp 2 miliar. Sejauh ini program Kartu Tani masih menyisakan 13 daerah yang belum terdata.

Karena itu di 2017 ini semua harus selesai. Sekarang ini saja Pemprov Jateng sudah bisa mencetak sekitar 88-90 persen dari 22 kabupaten/kota atau sekitar 1.500-an petani. ”Bagi kami kartu tani sudah memiliki kekuatan hukum tetap sehingga wajib untuk direalisasikan,” tambahnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono mengatakan, masyarakat petani dan nelayan menanyakan pembagian kartu petani dan kartu nelayan. Untuk kartu tani, saat ini baru berjalan di Kabupaten Batang, sedang kabupaten lain belum ada sama sekali. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Flyzoo Centil

Saya lewat hotelnya Alibaba: Flyzoo Hotel. Saat saya ke bendungan Danau Seribu Pulau. Dua jam dari kota Hangzhou.  Saya pun menginap di situ. Kata...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang bisa dibuat manusia. Satu unit...

PKK Kota Semarang Juara I Nasional

SEMARANG- Berbagai inovasi, kreativitas dan program-program kegiatan yang dilaksanakan PKK Kota Semarang di dalam membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbuah manis. Dalam peringatan hari Kesatuan...

Manfaatkan Ampas Biogas

SEMARANG - Sejumlah Mahasiswa KKN Undip 2017 mensosialisasikan  budidaya tanaman kangkung dengan teknik vertikultur kepada warga Dusun Montongkrajan, Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal...

Pertegas Batas Wilayah dan Harus Mengatur Skala Lebih Detail

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang melalui Pansus III telah menyelesaikan pembahasan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang...

Tim Basket Praporprov Pimpin Pool

SALATIGA – Tim basket praporprov Kota Salatiga berhasil memenangi dua game awal penyisihan praporprov yang dilaksanakan di GOR Satria Semarang. Dengan kemenangan ini, tim...