32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Dipasang Spanduk Larangan Buang Sampah

DEMAK – Belasan spanduk berukuran kecil hingga sedang bertuliskan larangan membuang sampah di sungai mulai dipasang di beberapa titik di sepanjang sungai Desa Waru. Di antaranya bergambarkan wajah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan kalimat Resik kaliku Ayem Atiku.

Kepala Desa Waru, Arifin mengatakan bahwa langkah itu diambil sebagai tindak lanjut selesainya proses normalisasi kali yang berada di bahu Jalan Raya Mranggen-Onggorawe atas bantuan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sebelum normalisasi dilakukan, kali di sepanjang jalan tersebut penuh sampah sehingga berbau dan aliran sungai tersendat. Namun setelah adanya penghadangan petani desa setempat terhadap rombongan gubernur yang saat itu kebetulan melintas, akhirnya normalisasi dilakukan. “Normalisasi kali sudah selesai, sekarang tanggung jawab keberlangsungan kali tersebut berada di tangan masyarakat,” katanya.

Arifin menceritakan, pemasangan spanduk itu menjadi penting dilakukan demi menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke kali layaknya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Khususnya mereka yang tinggal dekat aliran kali tersebut. Meski diakui, pola pikir yang demikian itu sulit diterapkan kepada masyarakata luas. “Kendati demikian, masih ada yang ketahuan membuang sampah ke kali,” ujarnya.

Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan Desa Waru, Iskhak, mengakui jika pola pikir masyarakat terhadap lingkungan masih sangat rendah. Hal itu diperparah dengan tidak adanya tempat pembuangan sampah. Meskipun masih ada yang berinisiatif membakar sampah sendiri, tetapi jumlah tersebut tak sebanding dengan yang membuang sampah ke kali. “Sudah kita ajukan permohonan untuk segera dibuatkan kantong-kantong sampah dan juga roda transportasi untuk menjangkau TPA yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, pihaknya rutin melakukan kegiatan bersih-bersih kali setiap 2 pekan sekali.Kepala Dusun, Komsahadi, mengatakan jika nantinya spanduk-spanduk yang telah terpasang tidak memberikan dampak yang positif, akan dibuatkan peraturan desa seperti larangan menembak burung hantu yang ada di Kecamatan Guntur. “Sebagai bentuk sikap tegas pemerintah desa,” ujarnya. (mg28/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here