32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Potensi Unggulan Wonokerto Dinilai

DEMAK – Banyak potensi unggulan yang ditampilkan Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah. Di antaranya, pengembangan pembuatan bonsai yang bernilai mahal, fermentasi ternak kambing, produksi sangkar burung, pembibitan ikan lele, dan budidaya jamur tiram. Beberapa potensi desa yang terletak di tepi sungai pelayaran jalur Pantura Demak ini menjadi unggulan dalam lomba desa tingkat Kabupaten Demak.

Kemarin, tim lomba desa yang dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinpermadesP2KB), M Ridwan melakukan penilaian di Desa Wonokerto. Tim diterima langsung Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro dan perangkat desa lainnya. Bambang dan perangkat desa yang mengenakan pakaian khas Jawa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi tim penilai.

Kades Bambang Untoro mengatakan, potensi desa yang dipimpinnya hingga kini terus dikembangkan. “Untuk bonsai sudah kerap juara dalam berbagai pameran,” katanya.

Sedangkan, potensi lainnya juga telah menambah pendapatan warga sehingga makin sejahtera. Selain potensi ekonomi, kini pemerintah Desa Wonokerto juga bersiap membuat Kampung Jawa. Di kampung ini, akan dikembangkan budaya Jawa, mulai terkait tutur bahasa dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya. Dari sisi administrasi desa, juga makin tertib. “Pemeriksaan oleh Inspektorat cukup seperempat jam saja. Itu paling cepat,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah Desa Wonokerto sangat memperhatikan kelengkapan administrasi rencana penggunaan dana (RPD) yang disertai dengan laporan realisasinya. Dengan demikian, pemerintahan desa dapat berjalan baik. Soal pembangunan infrastruktur desa juga semakin baik dengan tingkat swadaya masyarakat yang cukup tinggi. “Nilai APBDes kita mencapai Rp 1,4 miliar,” kata Bambang.

Kepala DinpermadesP2KB, M Ridwan mengatakan bahwa penilaian lomba desa hasilnya akan disampaikan ke Pemprov Jateng pada 24 April mendatang. Sesuai Permendagri Nomor 81/2015, tim penilai lomba desa antara lain melibatkan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Pariwisata, PKK dan instansi terkait lainnya. “Pada 2017 ini, ada 14 desa dari 14 kecamatan yang ikut lomba desa tingkat kabupaten. Yang menang nanti maju ke tingkat provinsi,” katanya.

Ada tiga poin yang menjadi titik penilaian. Yaitu, pemerintahan, kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat. “Titik tekannya di bidang pemberdayaan masyarakat. Yaitu, bagaimana desa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui proses pemberdayaan itu sehingga dapat mengatasi kemiskinan, termasuk lewat penggunaan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang dimiliki, ” ujar M Ridwan. (hib/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here