32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Instruksikan Tembak di Tempat

SEMARANG – Perang terhadap narkoba yang sudah semakin merajalela terus digencarkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan membangun sinergitas antara BNN, Polri, TNI dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Terlebih saat ini banyak kasus peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas, bahkan pemerintah menginstruksikan untuk tembak di tempat bagi bandar narkoba.
Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, saat ini 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lapas. Untuk itu harus ada sinergitas dari TNI, Polri dan Kemenkumham agar peredaran narkoba bisa ditekan. Belum lagi ada 60 jenis narkoba baru yang ditemukan di mana 43 turunannya telah diketahui dan masuk dalam undang-undang narkoba. ”Lapas memang ada keterbatasan, sistem pengawasannya kurang. Bukan harus saling menyalahkan, harus ada pengawasan berupa sinergitas antarlembaga,” katanya usai acara pengarahan Kepala BNN RI kepada jajaran TNI, Polri, BNN kabupaten/kota, Kemenkumham tentang Sinergitas P4GN, di Balai Diponegoro, Selasa (4/4).
Ia menegaskan, persoalan peredaran narkoba dari dalam lapas harus ditangani secara bersama-sama bukan saling menyalahkan, menurut pria yang akrab disapa Buwas ini harus dicari akarnya mengapa narkoba bisa masuk ke dalam lapas. ”Peredaran narkoba di lapas terjadi di hampir separo lapas, saat ini BNN bisa mengungkap jaringannya di 39 lapas,” tuturnya.

Bahkan saat ini pengedar narkoba telah mempersenjatai diri dengan senjata api untuk memberikan perlawanan kepada aparat. ”Instruksi tembak di tempat adalah salah satu penindakan tegas. Melihat peredaran dan jaringan yang ada, mereka siap melakukan perlawanan, jadi kalau mau perang harus melibatkan TNI dan Polri, bangsa tidak boleh kalah terhadap narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irejen Pol Chondro Kirono menuturkan kasus narkoba di Jawa Tengah sendiri di 2016 ada 1.838 kasus dengan jumlah lebih dari 2.000 tersangka. Pihaknya mengaku pentingnya sinergitas dan penindakan tegas terhadap pelaku dan bandar narkoba yang ada di lapas maupun di luar lapas. ”Problem lain dari daya tampung lapas, hal ini terjadi karena pengamannya tidak sebanding. Dengan sinergitas ini tentunya lapas akan  diperkuat anggota Polri dan TNI,” tambahnya.

Terpisah, Kepala  Staf Daerah Militer (Kasdam) IV Diponegoro Brigjen  Mohammad Sabrar Fadhilah menuturkan jika sinergitas bisa dilakukan dengan berbagai macam cara di antaranya pendeteksian,  pencarian dan pengamanan dalam semua aspek. ”Kalau sinergi akan semakin mantap untuk menekan peredaran narkoba, dari tingkat bawah Babinsa sudah mulai bermain di taraf pencegahan, berupa pembinaan anak-anak muda untuk menjauhi narkoba dan terus melakukan patroli dengan Polri hingga lingkup terkecil yakni Polsek,” tambahnya. (den/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here