32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

10 Hari Bebas, Residivis Kembali Beraksi 3 Kali

SEMARANG – Tiga pelaku spesialis pembobol rumah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Ironisnya, satu pelaku merupakan residivis dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan kasus perampasan yang baru menghirup udara segar 10 hari. Bahkan, selama bebas, pria yang sudah dua kali masuk penjara ini telah melakukan aksi kejahatan di tiga lokasi.
Residivis tersebut bernama Ahmad Taufik alias Petak, 25, warga Rajekwesi. Sedangkan dua pelaku lain adalah Ferry Rizal Andika alias Tuyul, 23, dan Rahmat Hidayat, 23. Ketiganya merupakan warga Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara. Petugas juga terpaksa melumpuhkan Ahmad Taufik.
Tiga komplotan ini berhasil diringkus Sat Resmob Polrestabes Semarang secara terpisah pada Senin (3/4) dini hari. Saat ini, pihak kepolisian juga tengah memburu satu orang pelaku yang berinisial DMS alias Petuk, 28, yang juga warga Kebonharjo, Semarang Utara.
Terakhir mereka beraksi di salah satu rumah milik warga di Jalan Erowati I nomor 9, Bulu, Semarang Utara, bernama Arif Mulyanto, 46, pada Senin (27/3), sekitar pukul 04.30 WIB. Mereka beraksi saat menjelang fajar ketika korbannya ke luar rumah menjalankan salat Subuh.

”Kemudian pelaku Taufik dan DMS masuk rumah, karena pintu depan tidak dikunci,” ungkap Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (4/4) kemarin.
Pelaku sebelumnya telah memonitoring kondisi lingkungan rumah. Setelah dirasa aman dan korban lengah, para pelaku berbagai tugas menjalankan aksinya. Dua pelaku lainnya, Ferry dan Rahmat berjaga di luar di atas sepeda motor.
”Di dalam rumah, Taufik dan DMS masuk ke kamar korban, dan membobol pintu lemari menggunakan obeng, kemudian mengambil sebuah koper dan dompet korban. Setelah itu pelaku keluar rumah dan kabur ke rumah Petuk dan membagi hasil curian,” katanya.
Sementara pelaku Taufik mengaku memang menyasar rumah yang ditinggal penghuninya saat salat Subuh di masjid. Menurutnya, pemilik rumah seringkali tidak mengunci kembali ketika keluar meninggalkan rumah. ”Sebelumnya kami sudah memantau dulu. Setelah penghuni rumah keluar, kami baru masuk,” jelasnya.
Pelaku utama komplotan ini pun juga mengakui baru saja keluar dari Lapas Pekalongan, sekitar 10 hari yang lalu kasus perampasan. Bahkan selama 10 hari bebas tak hanya mencuri rumah kosong dan juga melakukan perampasan sebanyak dua kali di dua lokasi di wilayah Semarang Utara. Salah satunya merampas sepeda motor hingga melukai korbannya dengan cara dipukul pakai balok kayu. ”Dua kali merampas, satunya dapat motor, korbannya saya pukul pakai balok kayu,” terangnya.
Sedangkan, dua pelaku lainnya, Ferry dan Rahmat juga mengaku pernah melakukan aksi penjambretan. Namun, mereka belum pernah tertangkap petugas kepolisian. ”Pernah sekali jambret, belum pernah tertangkap,” terang Ferry.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo menambahkan pada kasus pencurian tersebut pelaku berhasil mengambil koper yang berisi 4 sertifikat tanah, 7 BPKB motor, 3 ponsel serta 2 jam tangan. ”Mereka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here