32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Hanyut Sejauh 3 Km, Pemotor Tewas

SEMARANG – Seorang pengendara motor tewas terseret banjir sejauh 3 km. Mayat korban ditemukan di Jembatan Sego, Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Selasa (4/4) sekitar pukul 03.00. Korban diketahui bernama Iriawan Siswono, 38, warga Kampung Rahayu RT 8 RW 01 Kelurahan Karangturi, Semarang Timur.

Pria yang bekerja sebagai tenaga marketing sparepart sepeda motor di Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen ini sebelumnya jatuh terperosok bersama motor yang dikendarai di selokan pertigaan Jalan Brigjen Sudiarto dan Jalan Arteri Soekarno Hatta depan Gedung Rakyat Indonesia Semarang (GRIS). Saat kejadian, selokan tersebut meluap setelah hujan deras mengguyur.

Peristiwa nahas ini bermula Senin (3/4) sekitar pukul 19.00, korban mengendarai motor Honda Vario 125 sendirian dari arah timur (Penggaron) ke arah barat (Simpang Lima). Sampai di lokasi kejadian, jalan tertutup banjir akibat saluran di kiri jalan meluap setelah diguyur hujan deras. Praktis, antara tepian jalan dengan saluran tidak terlihat.

Diduga terlalu ke tepi jalan, motor korban yang belum ada pelat nomornya itu terperosok hingga jatuh ke saluran. Seketika korban terseret arus banjir bersama sepeda motornya. Warga yang melihat kejadian itu sempat mencoba memberi pertolongan. Namun derasnya banjir, membuat warga kesulitan menyelamatkan korban. Tubuh korban hilang ditelan banjir. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Pedurungan dan petugas Basarnas Kantor SAR Semarang.

”Saat kejadian, jalan tertutup genangan banjir. Sehingga antara saluran dan jalan tidak tampak,” kata Kanit Reskrim Polsek Pedurungan AKP Ali Santoso.

Polisi dan dan petugas Basarnas yang menerima laporan langsung menuju lokasi guna melakukan pencarian. Kurang lebih selama 7 jam melakukan pencarian, tubuh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Jembatan Sego, dekat Balai Laboratorium Kesehatan (Balabkes) Jateng, Jalan Arteri Soekarno-Hatta Tlogosari Kulon.

”Korban sempat terseret sejauh 3 km. Saat ditemukan sekitar pukul 03.15 sudah ada istri koban di lokasi. Kasus ini sudah kami serahkan ke Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Saat melakukan pencarian itu, petugas gabungan juga menemukan motor dan tas yang diduga milik korban. Saat ini, sepeda motor Honda Vario warna hitam belum bernopol dan sebuah helm warna hitam serta tas gendong warna hitam berisi kertas-kertas yang yang tidak bisa dibaca karena basah, telah diamankan pihak kepolisian. Subuh itu juga jenazah korban dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

”Pihak keluarga sudah menerima. Ini murni musibah. Jenazah korban sudah dimakamkan tadi,” imbuh Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengakui adanya kejadian tersebut. Kasus itu juga telah ditanganinya. Diduga saat melewati jalan yang tergenang tersebut, korban kurang berhati-hati hingga jatuh terperosok.

Juru bicara Basarnas Kantor SAR Semarang Maulana Affandi mengatakan pencarian dilakukan sejak Senin (3/4) malam oleh petugas gabungan. ”Korban hanyut cukup jauh dari lokasi jatuhnya,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here