33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

508 Kartunis Beradu Karya di Semarang

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Sebanyak 508 kartunis dari 66 negara bertarung dalam kompetisi bergengsi International Cartoon Contest 2017 yang akan dihelat di Kota Semarang.

Total sebanyak 1.404 karya karikatur telah diterima panitia Semarang Cartoon Club (SECAC) bekerja sama dengan Astra Motor, dan akan diseleksi tahap awal.

Mereka adu kreatif melalui gambar kartun dengan tema Transportasi; Etika Berlalu lintas. Telah diseleksi sebanyak 300 karya terbaik untuk kemudian dipamerkan sekaligus pemberian penghargaan di Pasar Raya Sri Ratu Semarang, pada pertengahan Mei mendatang. Tim juri terdiri atas Jitet dan pengamat Humor Indonesia Darminto M Sudarmo. ”Seleksi memakan waktu cukup lama mengingat jumlah karya yang mamasuk cukup banyak,” kata Komisioner Lomba, Jitet Koestana, Selasa (4/4).
Menurutnya, jumlah kartunis yang berpartisipasi dalam lomba ini cukup fantastis. Sejak dibuka pada 5 Januari hingga penutupan pada 31 Maret 2017, panitia mencatat sebanyak 508 kartunis dari 66 negara. ”Kami menerima sebanyak 1.404 karya,” katanya.
Meski diikuti sebanyak 66 negara, peserta terbanyak berasal dari Indonesia, yakni sebanyak 218 kartunis. Menurut Jitet, karya kartunis dalam negeri secara teknik tak kalah dari kartunis luar negeri. Namun dalam hal pengolahan temuan ide masih terbilang kalah. ”Kartunis luar negeri cukup menunjukkan adanya akar yang kuat. Sekali gambar gagasannya matang. Mau buang saja sayang, karena bagus,” ujar lelaki yang beberapa kali diundang jadi juri internasional itu.

Tema transportasi, lanjut Jitet, sebenarnya banyak hal yang bisa digarap dan digali. Mulai dari lalu lintas, kendaraan hingga perlengkapan seperti helm. ”Namun tak banyak peserta yang menggalinya,” kata dia.

Pengamat Humor Indonesia Darminto M Sudarmo, mengatakan seorang kartunis harus bisa mengamati, mengevaluasi dan menganalisis masalah sosial yang ada. ”Lemahnya ide dalam kartun karena tidak diasah. Hal itu membutuhkan peran kelompok kartunis untuk mengarahkan. Jika perlu mendatangkan pakar untuk berdiskusi,” katanya.

Penjurian karya ini masih akan dilanjutkan pada 8 April 2017 mendatang. Hasil lomba akan diumumkan pada 25 April 2017 mendatang. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Grafiti Ubah Vandalisme Jadi Karya Seni

RADARSEMARANG.COM - SUDAH menjadi pemandangan umum dinding-dinding kelas, pagar, toilet, maupun dinding lainnya pada fasilitas umum termasuk tidak jarang di lingkungan sekolah  penuh dengan...

Genjot Produk Pemberdayaan Mikro

SEMARANG – Bank Jateng berkomitmen meningkatkan layanan melalui produk pemberdayaan mikro. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Jateng. Bank milik...

Tahun 2019, Guru Semarang Dapat TPP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Senyum merekah di wajah Endang Rahayu Astuti, kala mengetahui bahwa di tahun depan (2019, red) dirinya bersama seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan...

PPT Seruni Siap Dampingi Korban KDRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Semarang cenderung meningkat setiap tahunnya. Data Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang menunjukkan 281...

Arto Moro Santuni Panti Asuhan Cacat Ganda

SEMARANG—Menjelang Lebaran, jajaran direksi dan manajemen BPR Arto Moro Semarang, akhir pekan lalu, menyantuni penghuni Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah yang berlokasi di Jalan...

Permintaan Elektronik Meningkat

SEMARANG - Permintaan terhadap peralatan elektronik saat HUT Kemerdekaan RI mengalami peningkatan cukup signifikan, terutama untuk air conditioner (AC). Hal ini dikarenakan cuaca mulai...