33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

10 Hari Bebas, Residivis Kembali Beraksi 3 Kali

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Tiga pelaku spesialis pembobol rumah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Ironisnya, satu pelaku merupakan residivis dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan kasus perampasan yang baru menghirup udara segar 10 hari. Bahkan, selama bebas, pria yang sudah dua kali masuk penjara ini telah melakukan aksi kejahatan di tiga lokasi.
Residivis tersebut bernama Ahmad Taufik alias Petak, 25, warga Rajekwesi. Sedangkan dua pelaku lain adalah Ferry Rizal Andika alias Tuyul, 23, dan Rahmat Hidayat, 23. Ketiganya merupakan warga Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara. Petugas juga terpaksa melumpuhkan Ahmad Taufik.
Tiga komplotan ini berhasil diringkus Sat Resmob Polrestabes Semarang secara terpisah pada Senin (3/4) dini hari. Saat ini, pihak kepolisian juga tengah memburu satu orang pelaku yang berinisial DMS alias Petuk, 28, yang juga warga Kebonharjo, Semarang Utara.
Terakhir mereka beraksi di salah satu rumah milik warga di Jalan Erowati I nomor 9, Bulu, Semarang Utara, bernama Arif Mulyanto, 46, pada Senin (27/3), sekitar pukul 04.30 WIB. Mereka beraksi saat menjelang fajar ketika korbannya ke luar rumah menjalankan salat Subuh.

”Kemudian pelaku Taufik dan DMS masuk rumah, karena pintu depan tidak dikunci,” ungkap Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (4/4) kemarin.
Pelaku sebelumnya telah memonitoring kondisi lingkungan rumah. Setelah dirasa aman dan korban lengah, para pelaku berbagai tugas menjalankan aksinya. Dua pelaku lainnya, Ferry dan Rahmat berjaga di luar di atas sepeda motor.
”Di dalam rumah, Taufik dan DMS masuk ke kamar korban, dan membobol pintu lemari menggunakan obeng, kemudian mengambil sebuah koper dan dompet korban. Setelah itu pelaku keluar rumah dan kabur ke rumah Petuk dan membagi hasil curian,” katanya.
Sementara pelaku Taufik mengaku memang menyasar rumah yang ditinggal penghuninya saat salat Subuh di masjid. Menurutnya, pemilik rumah seringkali tidak mengunci kembali ketika keluar meninggalkan rumah. ”Sebelumnya kami sudah memantau dulu. Setelah penghuni rumah keluar, kami baru masuk,” jelasnya.
Pelaku utama komplotan ini pun juga mengakui baru saja keluar dari Lapas Pekalongan, sekitar 10 hari yang lalu kasus perampasan. Bahkan selama 10 hari bebas tak hanya mencuri rumah kosong dan juga melakukan perampasan sebanyak dua kali di dua lokasi di wilayah Semarang Utara. Salah satunya merampas sepeda motor hingga melukai korbannya dengan cara dipukul pakai balok kayu. ”Dua kali merampas, satunya dapat motor, korbannya saya pukul pakai balok kayu,” terangnya.
Sedangkan, dua pelaku lainnya, Ferry dan Rahmat juga mengaku pernah melakukan aksi penjambretan. Namun, mereka belum pernah tertangkap petugas kepolisian. ”Pernah sekali jambret, belum pernah tertangkap,” terang Ferry.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo menambahkan pada kasus pencurian tersebut pelaku berhasil mengambil koper yang berisi 4 sertifikat tanah, 7 BPKB motor, 3 ponsel serta 2 jam tangan. ”Mereka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...