33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Kena Razia, Galian C Illegal Ganti Operator

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Operator tambang ilegal di Jateng selalu kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dalam beroperasi. Biasanya setelah kena razia gabungan tim Reskrim kepolisian dan Pemprov Jateng, galian C ilegal itu langsung berhenti. Namun tidak lama setelah itu, tambang tak berizin itu kembali beroperasi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono, mengaku cukup sulit menertibkan galian C yang belum mengantongi izin. Meski sudah pernah terjaring operasi dan ditutup paksa, masih saja nekat beroperasi. ”Biasanya di satu lokasi tambang, operatornya ganti kalau sudah pernah kena operasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (3/4).

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawasan. Teguh mengaku sudah mengantongi lokasi sejumlah tambang ilegal di Jateng. Hanya saja, dia tidak mau membocorkan berapa jumlahnya. ”Kalau yang sudah mengantongi izin, ada 199 tambang. Yang belum, kami sudah ada datanya, tapi maaf, itu dipakai untuk sasaran operasi kami,” tegasnya.

Dia mengaku, tidak semua tambang ilegal melanggar aturan tata ruang. Beberapa kali, Teguh menemukan ada tambang yang sesuai dengan tata ruang, tapi tidak mengantongi izin pertambangan. Itu karena operatornya memang ogah repot mengurus izin.

Padahal, kata Teguh, mengurus izin tambang tidaklah rumit. Asal tidak melanggar ketentuan tata ruang, semua pertambangan bisa mendapatkan izin dari pemprov dengan mudah.

”Tambang ilegal yang tidak melanggar tata ruang, kami arahkan untuk segera mengurusnya. Kalau yang memang tidak memenuhi syarat tata ruang, kami tutup paksa dengan menyita alat beratnya,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso menjelaskan, masalah galian C ilegal di Jateng memang rumit. Operator tambang ilegal selalu punya cara untuk mengelabui pihak berwajib. Maklum, omzet galian C sangat menggiurkan. Bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam satu hari.

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta operator untuk tidak melanggar aturan tata ruang, dan pemprov menguatkan pengawasan. Sebab, lokasi tambang yang tidak memenuhi tata ruang, bisa berakibat fatal. ”Lingkungan yang rusak, bukan hanya berdampak pada wilayah di sekitar tambang saja, tapi sampai kabupaten/kota sebelahnya,” paparnya.

Sementara itu, galian C yang berada di Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) Kabupaten Semarang saat ini berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Much Risun, mengatakan, berhentinya aktivitas pertambangan karena izin dari Pemprov Jateng telah habis pada Maret 2017 lalu. ”Ini masih berhenti sementara. Informasi yang saya dengar tengah mengurus perpanjangan izin di Dinas ESDM Jateng,” ujar Risun, Senin (3/4).

Satpol PP Kabupaten Semarang sendiri merupakan salah satu pihak dari pemerintah daerah yang turut merekomendasi pelaksanaan galian C. Rekomendasi tersebut dipakai mengurus izin ke Dinas ESDM Jateng.

Risun memastikan pertambangan tersebut legal. Untuk kegunaan dari hasil tambang tersebut, dijelaskan Risun hanya pihak ESDM Jateng yang mengetahuinya secara pasti. ”Itu digunakan untuk apa, yang tahu pihak ESDM Jateng, kita hanya merekomendasi saja,” kilahnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut memang berhenti sementara. Beberapa kendaraan berat sudah terparkir rapi di pinggir jalan raya. Namun ada satu alat berat di lokasi galian C. Tampaknya alat berat itu habis dipakai mengeruk tanah. Hanya saat koran ini datang ke lokasi, sudah berhenti beroperasi.

Sejumlah warga sekitar mengatakan, jika aktivitas pertambangan tersebut sudah berhenti sejak satu minggu yang lalu. Penyebab berhentinya aktivitas pertambangan warga tidak tahu-menahu. ”Kurang tahu berhenti kenapa,” ujar warga setempat, Roni Ardiyanto, 32.

Dikatakan Roni, sebelumnya aktivitas pertambangan tersebut memang dilakukan setiap hari. Tidak hanya siang hari, namun juga malam hari. Lalu lalang truk bermuatan tanah hasil kerukan setiap hari terlihat. ”Sedikitnya 10 truk dalam sehari lalu lalang di lokasi itu,” katanya. Namun ia sendiri tidak mengetahui, hendak dibawa ke mana hasil tambang tersebut. Beberapa sopir truk juga jarang berkomunikasi dengan warga setempat. (amh/ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...