32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Satu Siswa Belum Terdaftar DNT

KENDAL—Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di Kendal yang dimulai pagi (23/4) kemarin berlangsung agak semrawut. Bahkan satu siswa yang nyaris tidak bisa mengikuti UNBK lantaran namanya tidak tercatat. Satu siswa yang belum terdaftar tersebut adalah Masyihhatul Alimah, siswi SMK NU 01 Kendal.

Kepala SMK NU 01 Kendal, Muhammad Izudin mengatakan bahwa dari hasil Nominasi Tetap (DNT) perseta UNBK ada satu siswanya yang belum masuk. Yakni sedianya total peserta yang didaftarkan ke DNT adalah 378, namun saat keluar yang terdaftar hanya 377 siswa.

Pihaknya baru mengetahui kekurangan DTT awal H-2 pelaksanaan UNBK. “Kami langsung berkoordinasi dengan Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Jateng. Kemudian diralat, siswi atas nama Masyihhatul Alimah baru muncul namanya di DNT,” kata Izudin.

Izudin sengaja tidak memberitahu siswa yang bersangkutan agar bisa fokus mengerjakan UNBK tanpa terbebani dengan masalah tersebut. Pihaknya mengaku kesulitan untuk berkoordinasi, karena mulai tahun ini kewenangan SMA dan SMK sudah bukan lagi pemda setempat melainkan Pemprov Jatang.

“Syukurnya Kendal masih dekat dengan Pemprov Jateng. Kasihan jika dari wilayah lain yang mengalami nasib serupa dengan kami harus bolak balik dan memakan waktu lama,” keluhnya.

Sementara di SMK 2 Kendal, dari 423 siswa yang terdaftar mengikuti ujian hanya ada satu siswa yang tidak bisa ikut UNBK. “Satu siswa izin karena harus operasi jantung. Selain itu, dokter juga tidak merekomendasikan anak tersebut untuk ikut ujian,” kata Kepala SMK Negeri 2 Kendal, Maryono.

Satu siswa yang tengah sakit dan tidak bisa mengikuti UNBK adalah Abdul Rochim. “Karena tidak bisa mengikuti UNBK, akan mengikuti UNBK susulan yang diselenggarakan 18 April mendatang,” katanya.

Menurutnya, jika nantinya tetap tidak bisa mengikuti UNBK susulan, terpaksa mengikuti ujian tahun depan. “Semoga saja bisa mengikuti ujian perbaikan tiga bulan setelah ujian,” paparnya.

UNBK menurutnya ada plus minusnya. Kemudahannya yakni sekolah tidak perlu mengambil soal ujian dan tidak khawatir soal rusak atau cetakan yang tidak jelas. Sedangkan kekurangannya, jika ada kasus siswa yang sakit, tidak bisa dilakukan UNBK di rumah sakit atau di rumah.

“Kalau dulu ujian dengan kertas, sekolah mengajukan bahwa siswa yang bersangkutan sakit. Maka ujian bisa dilaksankan di Rumah Sakit. Sekarang UNBK tidak bisa karena tidak mungkin membawa perangkat server sampai ke rumah sakit,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut,  anggota Komisi E Jawa Tengah, Rusman akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar masalah DNT selesai dan tidak terulang. “Saya akan segera kroscek, karena pada dasarnya semua anak berhak ikut UNBK. Meski ujian ini tidak menjadi pertimbangan kelulusan siswa sekarang ini,” akunya.

Diakuinya, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah terus memantau jalannya ujian di beberapa sekolah termasuk di Kendal. Rusman menjelaskan bahwa pihaknya ingin secara langsung melihat dan memantau pelaksanaan UNBK di Kendal sehingga mengetahui persoalan apa yang dihadapi siswa di hari pertama UNBK. “Saya harap, ujian ini bukan bagian yang menakutkan tapi menaikkan derajat anak sehingga siswa bisa melaksanaan UNBK dengan baik,” jelasnya.

Dari hasil pantauannya, tidak ditemukan kendala yang berarti. Namun demikian, dia berharap agar tidak ada pemadaman listrik yang dilakukan PLN di hari pertama UNBK SMK maupun hari berikutnya. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here