32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Kena Razia, Galian C Illegal Ganti Operator

SEMARANG – Operator tambang ilegal di Jateng selalu kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dalam beroperasi. Biasanya setelah kena razia gabungan tim Reskrim kepolisian dan Pemprov Jateng, galian C ilegal itu langsung berhenti. Namun tidak lama setelah itu, tambang tak berizin itu kembali beroperasi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono, mengaku cukup sulit menertibkan galian C yang belum mengantongi izin. Meski sudah pernah terjaring operasi dan ditutup paksa, masih saja nekat beroperasi. ”Biasanya di satu lokasi tambang, operatornya ganti kalau sudah pernah kena operasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (3/4).

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawasan. Teguh mengaku sudah mengantongi lokasi sejumlah tambang ilegal di Jateng. Hanya saja, dia tidak mau membocorkan berapa jumlahnya. ”Kalau yang sudah mengantongi izin, ada 199 tambang. Yang belum, kami sudah ada datanya, tapi maaf, itu dipakai untuk sasaran operasi kami,” tegasnya.

Dia mengaku, tidak semua tambang ilegal melanggar aturan tata ruang. Beberapa kali, Teguh menemukan ada tambang yang sesuai dengan tata ruang, tapi tidak mengantongi izin pertambangan. Itu karena operatornya memang ogah repot mengurus izin.

Padahal, kata Teguh, mengurus izin tambang tidaklah rumit. Asal tidak melanggar ketentuan tata ruang, semua pertambangan bisa mendapatkan izin dari pemprov dengan mudah.

”Tambang ilegal yang tidak melanggar tata ruang, kami arahkan untuk segera mengurusnya. Kalau yang memang tidak memenuhi syarat tata ruang, kami tutup paksa dengan menyita alat beratnya,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso menjelaskan, masalah galian C ilegal di Jateng memang rumit. Operator tambang ilegal selalu punya cara untuk mengelabui pihak berwajib. Maklum, omzet galian C sangat menggiurkan. Bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam satu hari.

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta operator untuk tidak melanggar aturan tata ruang, dan pemprov menguatkan pengawasan. Sebab, lokasi tambang yang tidak memenuhi tata ruang, bisa berakibat fatal. ”Lingkungan yang rusak, bukan hanya berdampak pada wilayah di sekitar tambang saja, tapi sampai kabupaten/kota sebelahnya,” paparnya.

Sementara itu, galian C yang berada di Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) Kabupaten Semarang saat ini berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Much Risun, mengatakan, berhentinya aktivitas pertambangan karena izin dari Pemprov Jateng telah habis pada Maret 2017 lalu. ”Ini masih berhenti sementara. Informasi yang saya dengar tengah mengurus perpanjangan izin di Dinas ESDM Jateng,” ujar Risun, Senin (3/4).

Satpol PP Kabupaten Semarang sendiri merupakan salah satu pihak dari pemerintah daerah yang turut merekomendasi pelaksanaan galian C. Rekomendasi tersebut dipakai mengurus izin ke Dinas ESDM Jateng.

Risun memastikan pertambangan tersebut legal. Untuk kegunaan dari hasil tambang tersebut, dijelaskan Risun hanya pihak ESDM Jateng yang mengetahuinya secara pasti. ”Itu digunakan untuk apa, yang tahu pihak ESDM Jateng, kita hanya merekomendasi saja,” kilahnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut memang berhenti sementara. Beberapa kendaraan berat sudah terparkir rapi di pinggir jalan raya. Namun ada satu alat berat di lokasi galian C. Tampaknya alat berat itu habis dipakai mengeruk tanah. Hanya saat koran ini datang ke lokasi, sudah berhenti beroperasi.

Sejumlah warga sekitar mengatakan, jika aktivitas pertambangan tersebut sudah berhenti sejak satu minggu yang lalu. Penyebab berhentinya aktivitas pertambangan warga tidak tahu-menahu. ”Kurang tahu berhenti kenapa,” ujar warga setempat, Roni Ardiyanto, 32.

Dikatakan Roni, sebelumnya aktivitas pertambangan tersebut memang dilakukan setiap hari. Tidak hanya siang hari, namun juga malam hari. Lalu lalang truk bermuatan tanah hasil kerukan setiap hari terlihat. ”Sedikitnya 10 truk dalam sehari lalu lalang di lokasi itu,” katanya. Namun ia sendiri tidak mengetahui, hendak dibawa ke mana hasil tambang tersebut. Beberapa sopir truk juga jarang berkomunikasi dengan warga setempat. (amh/ewb/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here