33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Berharap Jamu Bisa Diresepkan Dokter

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Jamu herbal mulai banyak digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit. Sayang, hingga saat ini, jamu herbal belum direkomendasikan di dunia kedokteran. Karena itu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berharap agar jamu herbal bisa naik kelas menjadi fitofarmaka atau obat yang bisa diresepkan dokter.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Prof Eniya Listani Dewi menjelaskan, industri herbal bukan sekadar di level jamu saja. Apalagi saat ini masyarakat cenderung memilih obat-obat herbal ketika sakit.

”Beberapa waktu lalu, kami mengundang Dirut PT Phapros. Dirut Phapros memberi masukan kepada kami, bahwa kehidupan masyarakat pun sudah tidak mau pakai obat kimia,” ucapnya dalam Rapat Kerja Deputi Bidang TAB BPPT 2017 di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, kemarin.

Pihaknya mengaku sudah berupaya menguatkan industri jamu. Salah satunya dengan menggandeng Jamu Jago. Salah satu kerja samanya adalah memberikan fasilitas mesin ekstraksi untuk bahan baku jamu, yang dibuat sendiri oleh BPPT. ”Kami juga melakukan penguatan di industri ekstraksi untuk bahan baku jamu. Kami yang buat mesinnya, kemudian dioperasionalkan oleh Jamu Jago. Mesin tersebut terbukti mampu bertahan selama 10 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sri Puryono mengakui jika bahan baku jamu herbal masih minim. Jahe misalnya. Meski sudah dibudidayakan di Jateng, tapi selama ini masih harus mendatangkan dari luar provinsi. Bahkan impor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan.

”Ketika saya tanya kepada pengusaha jamu, katanya yang penting kadar sreng-nya (aromanya). Ini nanti jadi tugas BPPT. Ginger-nya itu kadarnya kayak apa. Kan seperti garam ada kadar NaCl-nya. Kalau lebih dari 96 persen oke lah,” jelasnya.

Sri Puryono menilai, untuk memenuhi permintaan bahan baku jamu sesuai standar pabrikan, BPPT perlu memberi pelatihan, pendampingan, dan bibit kepada para petani tanaman jamu. Dengan begitu, petani juga akan merasakan manfaat ketika bahan bakunya dapat diterima pabrik. ”Misalnya benih jahe gajah kualitas pertama dengan kadar ginger sreng-nya sekian persen. Dikawal. Jangan diserahkan petani saja. Nanti tidak jadi,” harapnya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fasilitasi Pendirian Tujuh Togoro

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guna meningkatkan mutu usaha perekonomian warga, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdaganan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang memfasilitasi pendirian tujuh Toko Gotong Royong...

Perbankan Siapkan Digital Loan

SEMARANG – PT Bank BNI mulai mengembangkan produk digital loan. Hal ini sebagai salah satu terobosan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Head of Consumer Banking PT...

Derita Atresia Bilier, Alifa Butuh Uluran Dana

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bayi mungil, Alifa Khaira Wilda,10 bulan, divonis menderita atresia bilier sejak lahir. Akibat keterbatasan ekonomi orang tuanya, bayi malang ini belum...

Tiga Bulan Belum Gajian

CILACAP- Sejumlah tenaga honorer non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Cilacap mengeluhkan gaji bulanan yang hampir tiga bulan...

Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kondisi perpolitikan di Indonesia yang semakin memanas, harus didinginkan dengan sikap kebangsaan. Agama jangan sampai menjadi kendaraan politik agar situasi tidak...

Media Picture, Pengaruhi Pembelajaran Bahasa Inggris

DI ERA digital saat ini, bahasa sangatlah berperan utama untuk berkomunikasi. Pada saat kita lahir pun kita semua sudah berkomunikasi walaupun masih menggunakan isyarat....