33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Begal Bersenpi Rampas Motor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Tindak kejahatan perampasan di jalan raya kembali terjadi di Kota Semarang. Komplotan begal sebanyak tujuh orang merampas sepeda motor di Jalan Pandanaran. Bahkan, salah satu pelaku terlihat membawa senjata api untuk menakuti korbannya.

Korban diketahui bernama Aigun, 19, warga Oku Timur, Sumatera Selatan yang tinggal di rumah majikannya di Jalan Kurantil IV, Krapyak, Semarang Barat. Sepeda motor Yamaha Jupiter merah H 2807 AG milik majikannya dirampas gerombolan orang tak dikenal ketika hendak nonton pertunjukan musik di Lapangan Kalisari, Semarang Tengah.

Setelah peristiwa itu, korban langsung mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya pada Sabtu (1/4) sekitar pukul 22.30. Menurut keterangan korban saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kejadian bermula ketika dia bersama rekannya, Alan berboncengan dari Krapyak menuju Lapangan Kalisari. ”Sampai di traffic light Puri Anjasmoro bertemu mereka. Mereka naik empat motor, di samping saya mbleyer-mbleyer,” ungkapnya.

Secara spontan, korban bersama rekannya menengok memandang pelaku yang menarik gas motornya secara kencang tersebut. Hingga akhirnya terjadi saling pandang antara korban dan gerombolan pelaku. Selanjutnya pada saat lampu traffic light menyala hijau, korban melaju meninggalkan gerombolan pelaku tersebut. ”Tapi saya masih dikejar sama orang-orang tadi. Padahal saya juga nggak punya masalah sama mereka,” katanya.

Rupanya korban yang dikejar pelaku berhasil dihentikan ketika sampai di Jalan Pandanaran. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung turun dari motor dan mengeroyok korban. Menurut penglihatan korban, gerombolan tersebut berjumlah kurang lebih tujuh orang. ”Saya sama teman saya dikeroyok. Tiba-tiba ada juga yang ngeluarin pistol. Saya langsung lari ke arah Tugumuda,” ujarnya.

Korban pun tak bisa menyelamatkan kendaraan milik majikannya tersebut dan meninggalkan motornya. Meskipun korban telah sempat mengunci setang kendaraan tersebut ketika turun lantaran dikeroyok. Hingga akhirnya kedua pemuda yang saban harinya berprofesi sebagai penjual perabot rumah tangga ini hanya pasrah ketika motor yang dibawanya dilarikan para pelaku.

Sementara, anggota piket Reskrim yang bertugas langsung melakukan penyisiran di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus menanyai saksi-saksi yang ada. Namun petugas sudah tak mendapati gerombolan yang merampas motor milik korban.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan pihak kepolisian akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Pihaknya juga mengimbau kapada masyarakat yang sedang beraktivitas malam di jalan raya agar selalu berhati-hati. (mha/ric/ce1)

Berita sebelumyaTebar Benih Ikan
Berita berikutnyaPelaku Masuk Sel Khusus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ditahan Semalam Demi Hukum

Oleh: Dahlan Iskan Najib hanya satu malam di tahanan. Kemarin pagi Najib Razak sudah bisa kumpul keluarganya lagi: dengan jaminan yang satu juta ringgit. Atau...

75 Sarjana Cukupi Kebutuhan Perwira Polisi

SEMARANG - Sebanyak 75 sarjana dari berbagai bidang disiplin ilmu dinyatakan lulus Pendidikan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Di antaranya dalam bidang hukum,...

Loenpia Jazz 2018 Digelar di Hutan Tinjomoyo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perhelatan musik Jazz tahunan Kota Semarang, Loenpia Jazz 2018 kembali digelar. Mengusung tema besar Unity in Diversity, gelaran musik Jazz ini...

KPRI MAS Beri Beasiswa untuk Pelajar Berprestasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Perkembangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Marsudi Ajining Sariro (MAS) Kabupaten Demak cukup pesat. Berdasarkan laporan bidang permodalan, simpanan wajib anggota...

Tingkatkan Omzet 30 UMKM Semarang hingga 60 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 30 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner memeriahkan Go-Food Festival di Pasaraya Sriratu Semarang sejak Selasa (3/7) hingga setahun...

Manjakan Pelanggan Setia Mitsubishi

WONOSOBO–Kemeriahan, kehangatan, dan keakraban antara diler kendaraan dan konsumennya, sangat tampak pada gelaran tema test drive experience week yang diselenggarakan oleh PT Sun Star...