28 C
Semarang
Sabtu, 12 Juni 2021

Aksi Kejar-Kejaran Warnai Penangkapan Pencuri Kayu

BATANG-Jajaran Polsek Gringsing Polres Batang berhasil membekuk 3 pelaku pencurian kayu. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran dan tembakan peringatan dari anggota Polsek Gringsing, karena pelaku menggunakan kendaraan dalam pelariannya. Namun akhirnya dapat dilumpuhkan di Jalan Desa Madugowong Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.

“Kami tegaskan, saat penangkapan bukan terjadi baku tembak seperti yang diunggah di media sosial, namun tembakan peringatan. Karena pelaku terlihat membawa senapan panjang. Hal itu sangat membahayakan petugas,” tegas AKP Akhmad Almunasifi saat memberikan keterangan di Mapolsek Gringsing,  Minggu (2/4) kemarin.

Dijelaskan Kapolsek, penangkapan pelaku berawal saat anggota melakukan patroli rutin. Petugas mendapat laporan dari warga kalau ada truk diesel warna merah dengan nomor polisi (Nopol) H 1894 GP yang mencurigakan dan disinyalir membawa kayu hasil curian, Sabtu (1/4) dinihari, sekitar pukul 03.30.

Atas informasi tersebut, petugas langsung berinisiatif melakukan penghadangan kendaraan tersebut. “Lalu kami bersama anggota melakukan penghadangan di tiga titik Jalan Desa Madugowong,” jelas Kapolsek.

Tidak lama berselang, KBM truk diesel warna merah melintas. Namun saat itu, ada sepeda motor Beat warna hitam dan pengendara terlihat menyandang senjata panjang dan berboncengan. Mewaspadai hal terburuk, lalu petugas langsung memberikan peringatan dengan tembakan ke udara sebanyak 3 kali. Kemudian sepeda motor berhenti di depan truk dan langsung ditangkap, diamankan serta saat itu juga truk yang ada di belakang sebagai target penangkapan berhenti.

Karena pengemudi gugup dan merasa bersalah, tiba-tiba langsung keluar dari truk dan lupa mematikan mesin. Kebetulan kondisi jalan berupa tanjakan sehingga truk mundur dan menabrak sebuah warung milik Sunardi, 65, warga setempat. Warga yang geram sempat menghajar pelaku hingga babak belur.

Tak pelak ketiga pelaku tidak bisa berkutik ketika Polisi menangkapnya di antaranya kerumunan masa. Ketiga pelaku yaitu LH, 30, dan RH, 22, keduanya diketahui berasal dari Dukuh Cendono Desa Tembok Kecamatan Limpung Kabupaten Batang, serta TA, 53, warga Dukuh Tegal Ombo Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. “Pelaku sudah kami ditahan dan dimintai keterangan, ada kemungkinan masih ada pelaku lainnya,” ujar Kapolsek.

Pelaku menurut Kapolsek diduga telah melakukan pencurian Kayu Sono di Petak 91 A hutan lindung RPH Karangjati BKPH Plelen, KPH Kendal. Namun area tersebut masuk wilayah Dukuh Krangkeng, Desa Tedunan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Selain menahan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti KBM truk diesel warna merah nopol H 1894 GP beserta kayu sono dan senapan angin.  Akibat kejadian tersebut, diperkirakan Perhutani mengalami kerugian 4 pohon kayu Sono dengan nilai ditaksir sekitar lebih Rp 90 juta. Serta kerusakan warung milik Sunardi, dengan kerugian kurang lebih Rp 5 juta.

“Terkait kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan cepat percaya berita yang diunggah di Media Sosial (terkait kabar baku tembak). Periksa dan cek sumber beritanya. Terkadang hanya untuk sensasi maupun ketenaran semata, ” imbuh AKP Akhmad Almunasifi.

Saat ini, menurut Kapolsek petugas masih melakukan pendalaman, karena ada kemungkinan masih banyak pelaku lainnya. Selain itu, pihaknya sedang mengejar pelaku lain yang terlibat sesuai data dan informasi yang dikumpulkan (han/ida)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here