32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Unggulan Magelang Vemas dan Erwiyn Juara

MAGELANG – Erwiyn Rahardians Putra dan I Made Vemas Syaifulihza dari klub PB Surya Tidar Magelang tampil menjuarai kelompok tingkat Jateng – DIY Djarum Foundation Kejurkot Bulu tangkis Tidar Cup XVII Tahun 2017, yang berakhir Minggu (2/4) di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Kota Magelang. Selain prestasi dua pemain tersebut, klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) tuan rumah Kota Magelang ini juga berhasil mendominasi jumlah koleksi juara pertandingan.

Sebagai unggulan satu tunggal pemula putra, Erwiyn tidak kesulitan menundukkan Daffa, rekan satu klubnya, di partai puncak. Laga all Surya Tidar final ini dimenangkan Erwiyn 21-12, 21-15. Meski kalah, langkah Daffa ke final juga patut diapresiasi karena nonunggulan yang mampu melaju final. Di sisi lain, pencapaian PB Surya Tidar di kelompok ini terasa istimewa karena memborong semua juara. Dua pemain lainnya yang menempati juara ketiga yaitu Arya dan Dewangga.

I Made Vemas Syaifulihza sebagai unggulan satu tunggal anak-anak putra, harus berjuang dengan rubber set untuk memenangi final saat dihadang Idham Khalid dari PB Pancing Sleman. Vemas kehilangan gim pertama 18-21 karena tidak bisa bermain lepas. Baru pada gim kedua, ia menemukan permainan dan menyamakan posisi melalui skor 21-8, serta menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-12.

Selain dari dua pemain tersebut, atlet lainnya yang naik podium pertama kategori utama adalah Rio Putra dan Jeanita. Pimpinan PB Surya Tidar Magelang, Sri Kukuh Santoso, cukup puas dengan pencapaian ini. “Kami bersyukur bisa dapat banyak juara, padahal persaingan ketat karena dihadiri atlet tingkat Jateng DIY. Nanti kami ada pembenahan lagi karena belum maksmial. Ini juga untuk menyambut Kejurkot November mendatang yang rencananya juga membuka tingkat Jateng – DIY lagi,” paparnya.

Helena Andalan Kota Salatiga

Sementara itu, pebulutangkis muda Angelice Quinsha Helena dari Kota Salatiga meraih peringkat pertama tunggal usia dini dasar putri. Tampil sebagai nonunggulan, pemain PB Berkat Abadi ini selalu mencatatkan kemenangan straight set. Di babak puncak, siswi SDN 01 Salatiga itu mengalahkan Ayu Pratiwi, sesama nonunggulan dari PB Mustika Blora yang juga sukses menembus final. Helena menang 21-16, 21-8.

Pelatih PB Berkat Abadi, Hizkia Damar Kukuh, mengaku gim bertama berjalan ketat karena angka saling berkejaran. Helena sering melakukan kesalahan hingga kehilangan angka. “Gim pertama Helena sempat tertinggal sampai 5 angka. Tapi akhirnya bisa dikejar dan dilampaui dengan main nggak buru-buru. Gim kedua dia percaya diri dan akhirnya menang,” ungkapnya usai menerima tropi dan hadiah juara.

Keberhasilan Helena tersebut, merupakan satu-satu hasil juara para pemain Kota Salatiga yang tampil di kejuaraan ini. Betrand Theodore yang menjadi harapan di tunggal anak putra, terhenti di delapan besar. (fiq/adv/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here