32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Begal Bersenpi Rampas Motor

SEMARANG – Tindak kejahatan perampasan di jalan raya kembali terjadi di Kota Semarang. Komplotan begal sebanyak tujuh orang merampas sepeda motor di Jalan Pandanaran. Bahkan, salah satu pelaku terlihat membawa senjata api untuk menakuti korbannya.

Korban diketahui bernama Aigun, 19, warga Oku Timur, Sumatera Selatan yang tinggal di rumah majikannya di Jalan Kurantil IV, Krapyak, Semarang Barat. Sepeda motor Yamaha Jupiter merah H 2807 AG milik majikannya dirampas gerombolan orang tak dikenal ketika hendak nonton pertunjukan musik di Lapangan Kalisari, Semarang Tengah.

Setelah peristiwa itu, korban langsung mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya pada Sabtu (1/4) sekitar pukul 22.30. Menurut keterangan korban saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kejadian bermula ketika dia bersama rekannya, Alan berboncengan dari Krapyak menuju Lapangan Kalisari. ”Sampai di traffic light Puri Anjasmoro bertemu mereka. Mereka naik empat motor, di samping saya mbleyer-mbleyer,” ungkapnya.

Secara spontan, korban bersama rekannya menengok memandang pelaku yang menarik gas motornya secara kencang tersebut. Hingga akhirnya terjadi saling pandang antara korban dan gerombolan pelaku. Selanjutnya pada saat lampu traffic light menyala hijau, korban melaju meninggalkan gerombolan pelaku tersebut. ”Tapi saya masih dikejar sama orang-orang tadi. Padahal saya juga nggak punya masalah sama mereka,” katanya.

Rupanya korban yang dikejar pelaku berhasil dihentikan ketika sampai di Jalan Pandanaran. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung turun dari motor dan mengeroyok korban. Menurut penglihatan korban, gerombolan tersebut berjumlah kurang lebih tujuh orang. ”Saya sama teman saya dikeroyok. Tiba-tiba ada juga yang ngeluarin pistol. Saya langsung lari ke arah Tugumuda,” ujarnya.

Korban pun tak bisa menyelamatkan kendaraan milik majikannya tersebut dan meninggalkan motornya. Meskipun korban telah sempat mengunci setang kendaraan tersebut ketika turun lantaran dikeroyok. Hingga akhirnya kedua pemuda yang saban harinya berprofesi sebagai penjual perabot rumah tangga ini hanya pasrah ketika motor yang dibawanya dilarikan para pelaku.

Sementara, anggota piket Reskrim yang bertugas langsung melakukan penyisiran di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus menanyai saksi-saksi yang ada. Namun petugas sudah tak mendapati gerombolan yang merampas motor milik korban.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan pihak kepolisian akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Pihaknya juga mengimbau kapada masyarakat yang sedang beraktivitas malam di jalan raya agar selalu berhati-hati. (mha/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here