32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

MQK Tak Dapat Bantuan Dana

SEMARANG – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat nasional kembali digelar di Jateng, 21-29 Oktober mendatang. Sayang, gelaran akbar yang dipusatkan di Pondok Pesantren Balekambang Kabupaten Jepara tersebut belum mendapatkan bantuan dana dari Pemprov Jateng dan pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara, Ihwan Sudrajat mengakui jika mekanisme penganggaran untuk membantu MQK cukup rumit. Bisa jadi harus menunggu anggaran perubahan di pertengahan tahun. ”Padahal bantuan itu kan untuk persiapan. Kalau cairnya mepet, ya kurang efektif,” ucapnya saat Rapat Persiapan MQK di lantai II Gedung A Kantor Gubernur Jateng, kemarin.

Dijelaskan, masih banyak sarana prasarana yang harus dibenahi. Seperti penataan tempat parkir, toilet, kasur, hingga pembenahan kondisi fisik gedung utama pondok pesantren. Mengenai konsumsi, dia yakin tidak ada soal. Pemkab Jepara sendiri sudah melakukan beberapa pembenahan dari segi infrastruktur. Terutama menyiapkan transportasi, penataan jalan, dan lingkungan.

Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Diniyah Kementerian Agama, Zahdi menjelaskan, MQK tahun ini menggelar 28 jenis lomba dan beberapa kegiatan penunjang. ”Inti lombanya ada membaca dan memahami kitab kuning, debat bahasa Arab, dan debat bahasa Inggris. Debat bahasa Inggris ini baru ada mulai tahun ini,” bebernya.

MQK kali ini rencananya juga menghadirkan pemimpin pondok pesantren di seluruh Indonesia, dan sejumlah pemikir serta pengamat pesantren dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. ”Yang sudah konfirmasi bisa datang, ada dari Kanada, Perancis, dan Mesir, dan beberapa lagi dari Timur Tengah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta pihak tuan rumah menyiapkan segala sesuatunya karena MQK bakal diikuti sekitar 3.852 orang dari 36 kontingen. Diperkirakan, saat upacara pembukaan, akan ada 13 ribu orang yang berkumpul di sana. ”Rencananya, MQK dibuka Presiden Joko Widodo, sementara upacara penutupannya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla,” bebernya.

Upacara pembukaan lanjutnya, akan digelar pada 22 Oktober atau selisih satu hari setelah rangkaian lomba dimulai. ”22 Oktober karena sekalian memperingati Hari Santri,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here