33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Tuntut Kesejahteraan GTT & PTT

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng berharap Pemprov Jateng memperhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Jangan sampai ada diskriminasi kesejahteraan, karena akan memunculkan kecemburuan di kalangan pengajar di Jateng.

Wakil Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng, Humam Sabroni mengatakan, alih fungsi SMA/SMK punya masalah lain yakni tingkat kesejahteraan GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Guru Tetap) di swasta masih belum jelas.

Ia berharap, dengan adanya masa transisi itu, Pemprov Jateng bisa memberikan bantuan seperti sekolah negeri sehingga tidak ada lagi perbedaan antara negeri dan swasta. “Dengan pengalihan pengelolaan itu, kami optimistis pendidikan di Jateng semakin membaik. Karena, bisa terhindar dari politisi bupati maupun wali kota, terutama ketika menjelang Pilkada,” katanya.

Ia mengaku sudah melakukan audiensi dengan Komisi E DPRD Jateng terkait tuntutan tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah aspek keadilan yang diterima oleh para pengajar. Saat ini, masih ada perbedaan antara swasta dan negeri, terutama masalah tunjangannya. “Tenaga pengajar di sekolah negeri sudah bagus. Tetapi di swasta masih minim, harusnya ditambah sehingga sama rata dan adil,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen mengatakan, GTT dan PTT pada sekolah swasta semestinya wajib diberi tunjangan/honor. Sebagaimana halnya mereka yang bekerja pada sekolah negeri yang diberi tunjangan/honor bulanan dengan jumlah minimal sama dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota, sesuai ketentuan persyaratan mengajar minimal 24 jam/minggu, dan ketentuan lain bagi mereka yang mengajar kurang dari 24 jam/minggu, termasuk PTT (Staf TU dan Karyawan) juga diberi, dengan ketentuan pagu yang berbeda. “Kami berharap tidak ada perbedaan. Harus ada kesejahteraan, mengingat mereka juga ikut mengabdi untuk pendidikan di Jateng,” tambahnya.

Ia menambahkan, bantuan teknis kepada sekolah swasta sangat diperlukan, dalam rangka meningkatkan mutu profesionalitas pendidik dan kemampuan kerja Tenaga Kependidikan. Memang, untuk guru, sudah banyak bantuan teknis diberikan dan dilaksanakan dalam bentuk bimtek, diklat, dan workshop, hanya intensitas serta frekuensinya saja yang perlu ditingkatkan. “Diperlukan adanya keberlangsungan Pemkab/Pemkot untuk tetap mendukung dan membantu proses peningkatan mutu pendidikan menengah,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Open Trip Buka Jalur Batang-Banjarnegara

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Event Bawang-Dieng Fun Open Trip yang melibatkan ratusan kendaraan roda dua dan puluhan roda empat menandai dibukanya akses jalur Bawang-Banjarnegara Dieng, Minggu (18/2)....

Bentuk Tim Telusuri Pil Maut

TEMANGGUNG—Sebuah tim khusus dari Polres dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Temanggung tengah berburu kemungkinan beredarnya pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol) alias pil maut di...

Tuntut Tunda Relokasi, Minta Tempat yang Sepadan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur meminta pemerintah memberikan tempat relokasi yang sesuai. Mereka cemas, hingga kini belum memiliki tempat....

Kalapas Terancam Sanksi

”Yang jelas sampai saat ini masih dalam pemeriksaan secara menyeluruh. Kalau terbukti (melibatkan) petugas lapas, pasti akan kita beri sanksi tegas dan itu pasti....

Warga Miskin Dapat Santunan e-Sakti

BATANG-Keluarga miskin yang meninggal dunia di Kabupaten Batang, sejak 25 Oktober lalu, mendapatkan santunan sebesar Rp 1 juta. Untuk mempermudah dan mengawal agar santunan...

Peluang Ekspor Melawan Mitos

Rupiah memang melemah. Tapi bukan berarti dolar Amerika (USD) menguat di mana-mana. Ternyata USD melemah terhadap Yen Jepang. Melemah terhadap Euro. Melemah terhadap dolar Singapura....