31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Sempat Takut dan Nyinyir, Kini Bangga

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

MENJADI anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bukanlah cita-cita yang diidamkan Rista Amelia Adhi. Namun takdir telah ditentukan. Begitu lulus dari Institut Perguruan Dalam Negeri (IPDN) 2005 lalu, Rista Amelia Adhi langsung ditempatkan di Satpol PP.

Di mata Rista, Satpol PP merupakan instansi yang keras, dengan pekerjaan yang berkutat di lapangan, serta sebagian besar anggota Satpol PP adalah kaum lelaki. Hal itu sempat membuat Rista takut dalam memulai karirnya. “Awalnya kaget pas masuk, takut juga, karena banyak berfikir negatif tentang Satpol PP,” tuturnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski berat, kini Rista enjoy menjalani tugasnya. Apalagi, tidak semua wanita dapat menjadi anggota Satpol PP. Selain harus kuat secara mental dan fisik, menjadi anggota Satpol PP juga harus siap sedia untuk ditugaskan kapan saja dan dimana saja. Itu yang menjadi kebanggan bagi dara kelahiran Bandung, 19 November 1981 ini.

“Jadi, kalau di lapangan harus kuat mental dan fisik. Kalau malam orang lain pada tidur, saya harus operasi ya harus siap. Sering juga kalau pulang belum sampai rumah, masih di jalan, disuruh kembali lagi. Kami tidak bisa menolak perintah meski badan capek. Tapi selama tidak dijadikan beban sih enjoy saja”, kata dia.

Saat ini, tambah Rista, Satpol PP mengalami reorganisasi. Yang semula berbentuk kantor Satpol PP dan berkontribusi dalam peningkatan lembaga, sekarang menjadi satuan setingkat dinas. Mulai 2016, Satpol PP telah mempunyai unit khusus seperti intelejen, Provost, Satop PP Pariwisata, dan yang baru sedang di bentuk Satpol PP Satwa.

“Di Satpol PP sudah cukup lama, kurang lebih 12 tahun. Dulu awal-awal saya terjun ke lapangan ikut operasi PSK, ikut lari-lari ngejar PGOT sampai nanganin unjuk rasa. Seru, soalnya kan saya cewek tapi ikut terjun ke lapangan, ya eksklusif saja”, imbuhnya.

Diceritakannya, berbagai pengalaman menarik saat bertugas sering ia temui seperti terkena lempar aqua saat melakukan pengamanan unjuk rasa maupun cemoohan saat mengamankan wanita pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi.

“Yang lucu, pernah mergoki kejadian orang copot-copot baju di depan saya sambil ngotot, yakni pas lagi ada pembongkaran bangunan. Namun orang itu gak mau dibongkar. Sempet syok juga, tapi karena itu sudah menjadi tugasnya, ya harus tetap dijalani apapun hambatannya”, jelasnya.

Anak pasangan Bambang Tuhu Tun Adhi dan Neneng Damayanti ini merasakan suka dan duka saat menjalani tugasnya. Sukanya dapat mengabdi serta membantu masyarakat. Dukanya ialah masih banyak yang menganggap negatif pekerjaan sebagai anggota Satpol PP.

“Dulu banget kalau ditempatkan di Satpol PP, merasa tidak keren karena banyak yang menganggap itu pekerjaan tukang gusur, meskipun fungsinya banyak banget. Ada bagian penyidikan, humanis maupun sosial. Jadi tidak melulu tentang kekerasan dan gusuran Pedagang Kaki Lima (PKL). Sekarang setelah saya mendalami, saya lebih menghargai pekerjaan saya ini,” ungkapnya.

Rista yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Satpol PP Kota Semarang berharap, masyarakat dapat lebih menyatu dengan Satpol PP. Bersama Pemerintah untuk membangun Kota Semarang. “Ada rasa memiliki, menjaga ketertiban, taat peraturan untuk menciptakan Kota Semarang yang aman, tentram dan damai,” pungkasnya. (mg29/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...