33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Rumah Makan Paon Rasa

Sajikan Masakan Sehat dan Lezat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KOTA Semarang memiliki segudang rumah makan dengan beragam kuliner yang ditawarkan. Tidak sedikit yang menonjolkan citarasa nusantara dari Sabang sampai Merauke, namun sedikit yang memodifikasinya menjadi menu sehat dengan tetap menonjolkan kenikmatan rasa.

Salah satunya adalah Rumah Makan Paon Rasa, yang terletak di Jalan Pringgading 74, Semarang. Kedai ini terhitung baru di Kota Semarang, namun telah ramai pelanggan.

Adrian Setiaji dan Fransiska Angelina adalah penggagas kedai citarasa khas nusantara dengan konsep makanan sehat tanpa MSG. Menurut mereka, beragam masakan Indonesia memang sudah banyak tersedia, namun masih sedikit yang memikirkan sisi kesehatan.

“Intinya dalam mendirikan kedai ini, kami ingin membuat makanan simpel dari nusantara. meskipun saat ini kami baru bisa menyajikan dari Bali, Jawa dan Sunda,” ungkap Adrian yang juga seorang dokter umum lulusan Universitas Diponegoro (Undip), itu. Dari sekian menu, ada dua masakan primadona di rumah makan Paon Rasa ini, yakni Nasi Campur Bali dan Nasi Ayam Betutu.

Fransiska mengatakan, seluruh makanan yang dimasak dalam Paon Rasa murni menggunakan rempah-rempah sebaagai penyedap dan dirinya sama sekali tidak menggunakan MSG. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk konsistensi Paon Rasa dalam menyajikan makanan sehat bagi masyarakat Kota Semarang,

Seperti penggunaan bahan Nasi Ayam Betutu, pengolahan ayam hanya menggunakan rempah yang didatangkan dari Bali. Khas Bali lainnya yang ada dalam menu itu adalah sambel matah.

“Kami gunakan rempah seperti kunyit, serai, jahe dan beberapa lagi. Ayamnya tanpa melalui proses penggorengan jadi hanya kita rebus dan diungkep lalu kami sajikan,” ungkap Fransiska yang berpendidikan sebagai ahli gizi.

Fransiska menuturkan, masyarakat saat ini mulai sadar tentang pentingnya pola hidup sehat dan semunya dimulai dari apa yang kita konsumsi. Kuliner Indonesia dikatakan oleh Siska –sapaan akrabnya-, seluruhnya bisa dijadikan makanan yang sehat asal pemasak mengetahui bagaimana proses masak yang baik dan kandungan yang ada dalam setiap bumbunya.

“Orang kan umumnya hanya tahu cara masak tapi tidak memperhatikan kandungan kandungan dalam bahan bakunya, padahal jika mereka tahu itu akan memberikan manfaat yang banyak bagi kesehatannya,” tambah Dara asli Semarang, 18 Februari 1992.

Keunikan lain yang ditawarkan oleh Paon Rasa adalah makanan disajikan dalam bentuk prasmanan sehingga pelanggan bebas memilih dan mencampurkan apa yang ingin ia makan.

“Konsepnya prasmanan ya, jadi pelanggan yang ke sini bisa merasa seperti didapur rumahnya sendiri,” imbuh Adrian yang juga Pelatih serta Atlet Taekwondo. Setiap hari, Paon Rasa buka mulai pukul 11.00-20.00 dan minggu mulai 10.00-20.00 tertarik untuk mencoba? (mg26/zal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jatuh Cinta dengan Puisi

RADARSEMARANG.COM - PUISI bagi Hanifa Maylasari seperti aliran air kehidupan yang mengalir tanpa henti. Karena kehidupan itu begitu dinamis, maka puisi akan terus bergulir...

Dua Truk Obat Tradisional Disita

SEMARANG-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang berhasil melakukan penggerebekan di pabrik obat tradisional ilegal di Desa Nusajati Cilacap, milik seseorang bernama Y, Selasa...

Afril Maulida Pertahankan Juara Tunggal Anak Putri Utama

DEMAK-Unggulan satu tunggal anak putri utama Afril Maulida, berhasil memenangi laga final melawan Avika Arsya (PB Cahaya Mas David Sport), pada hari terakhir kejuaraan...

Deklarasikan Komitmen Menjaga Kebhinekaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komitmen menjaga kebhinekaan mulai digencarkan oleh generasi muda. Salah satunya organisasi masyarakat (ormas) Kita Satu (K1) Jawa Tengah yang mendeklarasikan semangat untuk...

Angkat Potensi Siswa SMK Swasta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Potensi siswa SMK swasta Semarang saat ini belum masih dipandang sebelah mata, hal ini lah yang membuat Paguyuban Kepala Sekolah Swasta...

Penuhi Biaya Transportasi dan Ngurus Berkas Harus Ngutang

RADARSEMARANG.COM - Meski hanya anak buruh tani, Bripda Rumaniyah, 19, tak menyerah pada nasib. Anak pasangan suami istri (Pasutri), Kliwon dan Kismiyah warga Tangkil...