33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Tutuk Klaim Libatkan 40 Terdampak BRT

28 BRT Koridor V dan VI Diluncurkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Meski sempat mendapat penolakan dari paguyuban sopir angkutan kota (angkot) dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor V (Meteseh-PRPP) sebanyak 14 armada dan VI (Undip-UNNES) 14 armada, akhirnya tetap diluncurkan di halaman gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang, Jumat (31/3) kemarin.

Dalam peluncuran ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sekaligus melakukan sosialisasi Kartu Semarang Hebat yang menggandeng Bank BNI dan Bank BRI. Kartu ini digunakan sebagai transaksi pembayaran penumpang BRT secara elektronik.

”Setelah diluncurkan, BRT Koridor V dan VI ini kami gratiskan selama 3 hari, mulai 31 Maret-2 April,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Tri Wibowo, kemarin.

Atas diluncurkannya BRT Koridor V sebanyak 14 kendaraan dan VI sebanyak 14 kendaraan, dia berharap akan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama masyarakat di sekitar Meteseh dan para mahasiswa. ”Ini sekaligus menjawab permintaan para mahasiswa untuk melakukan aktivitas dari kampus ke kampus. Mari galakkan ayo naik BRT, tinggalkan kendaraan pribadi,” katanya.

Selain memberikan kenyamanan dan keamanan, tarif BRT juga sangat murah. Hanya diperlukan merogoh kocek Rp 3.500 untuk umum, dan Rp 1.000 untuk pelajar/mahasiswa. ”Tapi ini tidak berlaku bagi para dosen. Dosen tetap Rp 3.500. Dengan tarif Rp 1.000. Sehingga para mahasiswa bisa menikmati BRT yang aman, nyaman, dan murah. Untuk mahasiswa, nanti menggunakan kartu mahasiswa,” katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, shelter BRT yang disediakan saat ini baru 2/3 dari kebutuhan. Hal ini masih akan terus dilakukan evaluasi melihat potensi penumpang. ”Jalur ini adalah jalur baru. Sehingga masih memerlukan penyesuaian. Untuk pembayaran BRT, masyarakat saat ini sudah bisa menggunakan kartu Semarang Hebat yang diterbitkan oleh BNI dan BRI,” katanya.

Tri menjelaskan, pada 2009, Kota Semarang baru memiliki 1 koridor dengan 20 kendaraan. Sekarang, di 2017 telah memiliki sebanyak 6 koridor dengan jumlah 110 armada BRT. ”Jadi, 5 kali lipat dibanding 2009. Awalnya kami belajar dari Kota Jogja, Pekanbaru, dan Bandung. Tetapi sekarang, mereka belajar di Semarang,” katanya.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa angkutan masal BRT telah diterima dan dibutuhkan masyarakat Kota Semarang. Sehingga hal ini menjadi komitmen Pemkot Semarang di dalam mengembangkan moda transportasi masal. ”BRT mengedepankan pelayanan sistem buy the service kepada masyarakat. Jadi bukan semata-mata profit oriented,” katanya.

Progres angkutan kota di Kota Semarang, kata dia, mendapatkan penilaian dari Kementerian Perhubungan RI, dinyatakan baik. Sehingga pada 2016, pihaknya mendapat bantuan hibah sebanyak 50 kendaraan BRT. ”Saat ini, jumlah penumpang yang menggunakan penumpang kurang lebih 21.730 penumpang per hari. Diprediksi atas penambahan koridor V dan VI menjadi 23.740 penumpang per hari. Sehingga mengalami peningkatan 21,13 persen dari tahun 2016. Ini menunjukkan bahwa BRT mampu menggeser penggunaan kendaraan pribadi beralih menggunakan BRT,” bebernya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi meminta agar dua jalur baru yakni Koridor V dan VI, PRPP Meteseh dan Undip UNNES ini bisa memenuhi pelayanan. ”Tadi kami juga sudah koordinasi dengan operator, terkait pelibatan sopir angkot yang kemarin protes. Waktunya perlu diatur agar tidak mengganggu angkutan yang sebelumnya ada,” katanya.

Dia juga meminta agar pemenang lelang Koridor V dan VI ini melibatkan para pelaku transportasi yang sebelumnya beroperasi di jalur tersebut. Dia mengakui, sebelumnya para sopir angkot dan Organda memprotes adanya jalur ini. ”Jika tidak diakomodasi, tentu rawan masalah,” katanya.

Komisaris PT Minas Makmur Jaya, selaku operator pemenang lelang BRT Koridor V dan VI, Tutuk Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya telah melibatkan pihak-pihak yang selama ini merasa dirugikan. ”Sesuai pesan Pak Wali Kota, orang-orang yang merasa pekerjaannya berkurang atas adanya BRT ini disuruh bergabung. Kami sudah melibatkan kurang lebih 40 orang yang terkena dampak adanya BRT ini,” katanya.

Dia mengaku telah memiliki pengalaman cukup lama di bidang transportasi di Kota Semarang. ”Kami bekerja di bidang transportasi sudah 30 tahun sejak tahun 1990. Saat itu, PO Nasima, naik siang malam. Ganti nama menjadi Minas (Milik Nasima) juga narik siang malam. Jadi pengalaman kami sejak 1990 sampai sekarang ini, moga-moga nggak ada masalah,” katanya.

Tutuk juga mengakui, sejauh ini, grup perusahaan PT Minas Makmur Jaya terlibat menjadi operator baik di Koridor I, II, III, IV, V, dan VI. ”Dari semua koridor, paling berat adalah Koridor II, karena jarak dan medannya horor. Naiknya tinggi. Penumpangnya 70. Jadi ring seker mudah kena, kami ganti, kena lagi, kami ganti kena lagi. Sehingga masyarakat harus maklum bahwa rute koridor ini berat,” katanya.

Rute horor berikutnya adalah Koridor VI. Sebab, mulai jembatan besi sampai kampus UNNES, kondisi jalannya menanjak dalam jarak sangat jauh. ”Saya dulu 1993-1996, bus sebanyak 15 armada hancur semua di jalur itu. Saat itu, non AC lho. Apalagi ini pakai AC. Masyarakat kan nggak mau tahu, pokoknya naik harus AC. Jadi ini yang masih menjadi kendala,” katanya.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Tutuk mengatakan telah menyiapkan reserve bus. ”Ada 14 armada yang dioperasikan, reserve-nya 6. Jadi, kalau 1 armada rusak, langsung ganti armada baru. Maka lelang Koridor VI ini lebih tinggi karena rutenya horor. Kalau yang paling enteng itu koridor 1 dan 5. Kami menang karena berani paling murah, paling profesional, clean and clear,” klaim dia. (amu/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UPK Mranggen Dilatih Pengemasan

DEMAK-Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mranggen memberikan pelatihan pengemasan produk produk UMKM kepada ibu ibu kelompok binaan utusan dari 19 desa di wilayah Kecamatan Mranggen. Pelatihan...

Rawan Timbulkan Gejolak

“Pemindahan terminal perlu persiapan matang dan tidak perlu tergesa-gesa. Jangan sampai proses pemindahan terminal justru menimbulkan gejolak.” Supriyadi Ketua DPRD Kota Semarang SEMARANG – Setelah terjadi pro...

Caleg PDIP Demak Ikuti Psikotes

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Calon legislatif (caleg) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Kamis (21/6) secara resmi menjalani psikotes. Terdapat 200 soal yang harus dikerjakan masing-masing caleg. Ketua DPC...

Tak Ajukan Perdamaian, Verifikasi Simoplas Alot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pencocokan utang atau verifikasi PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) dengan para kreditur dalam perkara kepailitan, berlangsung alot, meski tetap kondusif. Pasalnya, perusahaan plastik...

Kawal Aksi, TNI Bagikan Air Minum

MUNGKID - Kodim 0705/Magelang turut serta mengirimkan personel dalam menjaga dan mengamankan kegiatan aksi damai dan doa bersama di Masjid An Nuur, Mungkid, Kabupaten...

Joko Umboro Jati Diperiksa 6 Jam

SEMARANG - Mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, akhirnya diperiksa penyidik Unit Tipikor Polrestabes Semarang. Pelaksanaan penyidikan...