Ulama Pesantren Kumpul di IAIN

437
SILATURAHMI: Para pengasuh pondok pesantren di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang saat mengikuti seminar di IAIN Salatiga. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Para pengasuh pondok pesantren di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang saat mengikuti seminar di IAIN Salatiga. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Fakultas Ushuluddin Adab dan Humniora Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar pertemuan ulama pesantren wilayah Kota Slatiga dan Kabupaten Semarang. Pertemuan dalam bentuk Halaqoh Ulama tersebut dilaksanakan di Aula IAIN Salatiga kampus I, Kamis (30/3).

Tema yang diangkat dalam pertemuan adalah Mengukuhkan Kembali Peran Peantren dalam Mewujudkan Masyarakat Maju Bermartabat dalam Bingkai NKRI. Pemateri yang dihadirkan adalah Mukhlis Hanafi (Direktur Lembaga Pentashlih Alquran)  dan Abdul Ghofur (Ketua STAI Sarang Rembang).

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora Beny Ridwan berharap, pertemuan ini mampu mempererat jalinan silaturrahmi antarpesantren di Salatiga dan Kabupaten Semarang. “Halaqoh ini kami gelar tidak hanya khusus pererat tali silaturrahmi namun juga perkenalkan Fakultas Ushuluddin kepada para kiai. Selanjutnya para kiai kami harap mempersilakan para santri untuk melanjutkan kuliah di IAIN khususnya Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora,” terang Beny.

Lebih jauh,  ia berharap kepada Mukhlis Hanafi untuk menyelipkan pengalaman beliau menjadi penerjemah saat mendampingi Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud sewaktu berkunjung ke Indonesia. Sedangkan kepada Abdul Ghofur diminta memberikan pengalaman menjaga wibawa pesantren saat perkembangan zaman sekarang ini. “Dengan demikian pengalaman tersebut bisa kita salin, agar pesantren mendapatkan posisi strategis untuk berkiprah di negeri ini, karena banyak pula santri yang telah lulus mampu berkiprah di dunia politik, maupun pendidikan,” kata Beny. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here