Terima Penghargaan, Menkeu Ingat Orang Tua

346
HARU: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menerima penghargaan Upakarti Artheswara Adhikarana dari Rektor UNNES, Prof Fathur Rokhman. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARU: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menerima penghargaan Upakarti Artheswara Adhikarana dari Rektor UNNES, Prof Fathur Rokhman. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan penghargaan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) berupa Upakarti Artheswara Adhikarana. Penghargaan tersebut diberikan karena jasa-jasanya di bidang konservasi. Penyerahan penghargaan dilakukan di acara Dies Natalis UNNES ke-52 di Auditorium Kampus Sekaran, Kamis (30/3) siang.

Seperti diketahui, kedua orang tua Sri Mulyani, yakni Prof Satmoko dan Prof Retno Sriningsih dulunya adalah pengajar di UNNES. Ia pun terlihat berkaca-kaca ketika memberikan sambutan sembari mengingat jasa kedua orang tuanya yang sudah meninggal tersebut.

Dia mengatakan jika pencapaiannya saat ini merupakan bimbingan dan arahan mereka termasuk ketika menjabat sebagai menteri. ”Orang tua saya punya andil besar menjadikan saya seperti ini, berkat keduanya saya jadi paham kesulitan yang dihadapi para guru di Indonesia,” katanya di atas podium.

Selain Kemenkeu, empat tokoh lainnya juga mendapatkan penghargaan, yakni Ulama Habib Luthfi Bin Yahya menerima Anugerah Konservasi Upakarti Reksa Bhinneka Adhikarana. Kemudian jawara All England Christian Hadinata mendapatkan anugerah konservasi Upakarti Krida Adhikarana. Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menerima Anugerah Konservasi Upakarti Mandala Bumi Adisajjana. Sedangkan Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono, diberi Anugerah Upakarti Reksa Manggala Budaya.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sri Mulyani, mengatakan, jika dirinya berkomitmen menjaga anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia. Menurut dia, alokasi tersebut adalah amanat, sehingga harus dijaga atau bahkan ditingkatkan. ”Dana tersebut adalah amanat, jadi harus terus dijaga,” tuturnya.

Dikatakan, anggaran pendidikan saat ini mencapai angka lebih dari Rp 400 triliun. Sebesar 65 persen dari jumlah tersebut, pembelanjaannya melalui pemerintah daerah. Alokasi tersebut, lanjut dia, memiliki pengaruh pada kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. ”Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dari pemerintah daerah itu sendiri dalam menggunakan anggaran pendidikan tersebut, terutama pendidikan dasar hingga pendidikan menengah itu sekarang ada dalam kewenangan pemerintah daerah,” jelasnya.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman mengatakan, jika saat ini pihaknya berkomitmen untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tingginya di era globalisasi. Rabu (29/3) lalu, UNNES mengundang setidaknya 18 perguruan tinggi asing agar komitmen tersebut bisa terealisasi. ”Forum itu merupakan salah satu agenda Dies Natalies ke-52 UNNES untuk menguatkan dan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi mitra, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Dikatakan, aktivitas konservasi yang telah dilakukan selama ini, membawa UNNES duduk di peringkat 7 Indonesia dan 95 dunia. ”Sebelumnya, akreditasi institusi A melalui Surat Keputusan 3174/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2016 tertanggal 27 Desember 2016 lalu,” tuturnya.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Ditjen Kelembagaan IPTEK Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Dikti, Dr Totok Prasetyo, memberikan dorongan kalangan PT, baik negeri maupun swasta di Indonesia untuk meningkatkan reputasi di kancah internasional dan kompetisi global. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here