Teguh Setyo Budi, Agen BTPN Wow! di Pringapus, Kabupaten Semarang

Punya 735 Nasabah Aktif, Transaksi Rp 20 Juta per Hari

1184
RAMAH LAYANI WARGA: Teguh Setyo Budi menjelaskan layanan BTPN Wow! kepada warga yang berkunjung ke tokonya. (kanan) Teguh Setyo Budi dan istrinya. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAH LAYANI WARGA: Teguh Setyo Budi menjelaskan layanan BTPN Wow! kepada warga yang berkunjung ke tokonya. (kanan) Teguh Setyo Budi dan istrinya. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para agen BTPN Wow! mulai menikmati tambahan penghasilan seiring bertambahnya volume transaksi serta jumlah nasabah yang dilayani. Salah satunya Teguh Setyo Budi, pedagang kelontong warga Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Pria kelahiran 1971 tersebut berubah hidupnya setelah menjadi agen BTPN Wow! Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

TEGUH Setyo Budi bergabung sebagai agen BTPN Wow! pada Juni 2015. Ia menjadi perpanjangan tangan bank dalam melayani masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

BTPN Wow! merupakan inovasi BTPN dalam Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BTPN Wow! adalah layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia.

Dengan dibantu jasa agen, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota bisa menikmati layanan perbankan tanpa perlu jauh-jauh mencari kantor cabang bank atau ATM. Nasabah dapat melakukan pembukaan rekening, tarik, dan setor uang melalui agen bank dengan biaya yang sangat murah.

Sementara itu, berbagai transaksi di antaranya mengirim uang, membeli pulsa, serta membayar tagihan listrik/air, telepon, asuransi, TV berlangganan, dan membeli tiket dapat dilakukan melalui telepon genggam. Menggunakan teknologi USSD (Unstructured Supplementary Services Data),  BTPN Wow! dapat beroperasi pada segala jenis telepon genggam berbasis GSM (tidak harus smartphone) meskipun dengan sinyal minimum.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kediamannya, Dusun Klesem RT 02 RW 02 Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Teguh mengisahkan awal mula dirinya menjadi agen Laku Pandai BTPN Wow! hingga sukses seperti sekarang.

BTPN Wow!, cerita Teguh, sebenarnya masuk ke Pringapus di saat yang kurang tepat. Suasananya kurang kondusif karena warga desa baru saja dikecewakan dengan tutupnya sebuah koperasi. Banyak nasabah, termasuk Teguh, kecewa dengan kejadian itu. Warga pun trauma berhubungan dengan lembaga keuangan.

Meski masih diliputi trauma, Teguh memberanikan diri untuk menerima tawaran BTPN Wow! yang saat itu gencar menawarkan penduduk di desanya untuk menjadi agen.

Salah satu pertimbangan Teguh, masyarakat di sekitar tempat tinggalnya memiliki kemauan menabung yang tinggi. Mereka hanya butuh diyakinkan bahwa produk BTPN Wow! bukan hanya aman, tetapi juga praktis dan terjangkau. ”Layanan perbankan ini sangat mudah, cukup menggunakan handphone dalam bertransaksi. Saya optimistis karena ini pengalaman baru berbank,” katanya.

Setelah resmi menjadi agen, Teguh langsung tancap gas menyosialisasikan program BTPN Wow! kepada masyarakat setempat. Namun, bukan sambutan antusias yang dia terima. Teguh justru mendapat cibiran dari warga, khususnya eks nasabah koperasi. ”Waktu itu susahnya minta ampun. Mereka takut kalau BTPN Wow! ini nasibnya sama seperti koperasi,” ujar pemilik Toko Asik ini.

Namun, Teguh tak berkecil hati. Ia justru semakin semangat untuk meyakinkan warga bahwa BTPN Wow! tidak seperti apa yang mereka perkirakan. Sosialisasi dilakukan lewat berbagai hal. Seperti saat ada kumpulan warga, arisan RT, arisan Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK), maupun saat ada warga yang tengah berbelanja di toko kelontongnya.

Kepada setiap pembeli yang datang ke toko berukuran 3×4 meter miliknya itu, Teguh pun mencoba menawarkan BTPN Wow!. Perlahan namun pasti, akhirnya satu persatu pelanggan tokonya, termasuk eks nasabah koperasi, tertarik dengan BTPN Wow!.

Sebagian besar warga terpikat menjadi nasabah BTPN Wow! karena ada fitur pembelian pulsa seluler melalui handphone sendiri. ”Awalnya calon nasabah belum paham bagaimana membeli pulsa melalui handphone. Lalu, saya jelaskan hal itu bisa dilakukan jika menjadi nasabah BTPN Wow!” bebernya.

Daya tarik lainnya, kata Teguh, nasabah BTPN Wow! tak harus datang ke kantor BTPN. Mereka cukup mendaftar atau buka rekening melalui agen. Syaratnya, mereka memiliki handphone dan nomor seluler sendiri. ”Mereka sempat kaget pembukaan rekening, setor, dan tarik tunai, hanya membutuhkan telepon genggam sederhana dan dapat dilakukan di tempat saya maupun agen BTPN Wow! lainnya,” katanya.

Gayung bersambut, warga menjadi antusias dan mulai tertarik menjadi nasabah. Lewat getok tular alias kabar dari mulut ke mulut, informasi agen BTPN Wow! Teguh menyebar hingga ke seluruh warga, termasuk para pekerja pabrik yang kos di wilayahnya.

Hingga saat ini, jumlah nasabah yang mendaftar melalui Teguh mencapai 835 orang. Dari jumlah itu, nasabah yang tergolong aktif menabung sebanyak 735 orang. Kebanyakan adalah warga desa setempat, pekerja pabrik, dan sales. ”Rata-rata tertarik menjadi nasabah BTPN Wow! karena mudah membeli pulsa seluler,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Teguh, warga tertarik menjadi nasabah BTPN Wow! karena kemudahan setor dan tarik tunai yang tidak mengenal waktu. Setiap hari selama pintu toko dan rumah Teguh masih terbuka, akan dilayani.  ”Itu yang membuat warga senang menjadi nasabah BTPN Wow!” cetusnya.

Dengan kehadiran BTPN Wow!, warga kemudian rutin menabung. Hampir setiap hari, pada saat belanja, warga kerap menyisihkan uang untuk menabung. Rata-rata, per hari, jumlah transaksi di warung milik Teguh mencapai 30 kali. Jumlah nominal nasabah menabung dalam sehari mencapai Rp 20 juta. ”Dari setiap transaksi itu, saya mendapatkan komisi. Lumayan buat tambahan penghasilan,” ujarnya.

Menurutnya, hadirnya agen BTPN Wow! sangat bermanfaat bagi warga di desanya. Nasabah lebih mudah transaksi dan tidak mengenal waktu. ”Bahkan ada nasabah yang datang meski toko saya sudah tutup. Mereka tetap ngetok pintu rumah, katanya mau nabung. Ya, tetap saya layani,” ucapnya sambil tersenyum.

Begitu antusiasnya nasabah yang menabung, Teguh terpaksa menerapkan batasan maksimal setoran. Sehari ia batasi maksimal Rp 5 juta per nasabah. Dia menempuh cara ini karena tidak mau berisiko memegang uang cash dalam jumlah yang besar. ”Yang nabung seribu sampai Rp 5 ribu per hari juga ada. Jadi, susuk (uang sisa, Red) belanja langsung ditabung,” katanya sembari menambahkan untuk penarikan uang, ia tidak membatasi.

Untuk menjadi nasabah BTPN Wow! langkahnya juga mudah. Dengan membawa KTP atau SIM lalu didaftarkan langsung oleh agen. Tidak butuh waktu berjam-jam untuk bisa menjadi nasabah. ”Hanya lima menit langsung jadi nomor rekeningnya,” ujarnya.

Untuk melakukan transaksi, caranya juga cukup mudah. Nasabah hanya tinggal memencet *247# dari handphone, nasabah langsung bisa menggunakan fasilitas BTPN Wow!. Keamanan uang nasabah juga terjamin. Diakui, kendala saat ini yang terjadi, calon nasabah yang belum teredukasi dengan program BTPN Wow! masih banyak yang menentang. ”Ya, saya tetap sabar dan terus lanjut,” katanya.

Ada yang unik dilakukan Teguh untuk menjaga nasabahnya tetap bertransaksi di tempatnya. Salah satunya memberikan hadiah pada waktu tertentu. ”Terkadang saya beri piring atau payung untuk menjaga nasabah biar tetap nyaman,” ujarnya.

Dari komisi sebagai agen BTPN Wow!, kini Teguh mampu mengembangkan usahanya. Toko yang sebelumnya hanya berukuran 3×4 meter, sekarang menjadi 3 kali lipatnya. Selain itu, varian produk tokonya juga semakin banyak. ”Alhamdulillah setelah dua tahun menjadi agen BTPN Wow!, hasilnya sudah bisa dipetik,” ucapnya.

Sales Management Head BTPN Wow! Mohammad Reza Rizal mengatakan, kehadiran agen sangat membantu masyarakat sekitar untuk memperkenalkan seputar dunia perbankan. ”Khususnya program BTPN Wow!,” katanya.

Jika sebelumnya banyak warga yang menyimpan uangnya di bawah bantal, sekarang memiliki keinginan untuk menabung lewat agen BTPN Wow! yang terdekat dengan rumahnya. Segmentasi BTPN Wow! sendiri lebih menyasar ke masyarakat yang belum berbank. ”Selain itu, juga pekerja yang tidak memiliki waktu banyak untuk menabung di bank,” ujarnya.

Reza menargetkan, agen BTPN Wow! lebih tersebar hingga di setiap RW di Kabupaten Semarang. Saat ini, di Kabupaten Semarang sudah terdapat 800 agen BTPN Wow!. ”Syarat menjadi agen, di antaranya harus memiliki tempat usaha, meminta surat keterangan dari desa, dan memiliki penghasilan dari usaha yang sudah berdiri minimal 2 tahun,” jelasnya. (*/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here