SMK Bina Nusantara Gelar Safety Riding

Gandeng Astra Motor

326
TAAT BERLALU LINTAS: Beberapa siswa menerima helm untuk keamanan saat berkendara. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG
TAAT BERLALU LINTAS: Beberapa siswa menerima helm untuk keamanan saat berkendara. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG

SEMARANG – Ratusan siswa SMK Bina Nusantara Semarang menerima sosialisasi safety riding dari pihak Astra Motor Jateng, Kamis (30/3). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran siswa agar tertib berlalu lintas demi keselamatan di jalan raya.

Kepala SMK Bina Nusantara Semarang, Ratih Yuniarman mengatakan, pelatihan safety riding tersebut digunakan sebagai saran pembelajaran siswanya yang mayoritas membawa kendaraan roda dua saat ke sekolah. ”Selain dari SMK Bina Nusantara, kami juga mengundang beberapa sekolah sekitar agar ikut dalam pelatihan safety riding ini, tujuannya tentu untuk mengurangi angka kecelakaan,” katanya.
Selain untuk menjaga diri sendiri ketika berada di jalan raya, lanjut dia, diharapkan siswa bisa menjadi pelopor atau agen keselamatan di lingkungan sekitar, sekolah ataupun di tempat umum. ”Kontur jalan di sekitar sekolah adalah jalan pantura, sehingga dibutuhkan kesadaran diri dalam berkendara,” ucapnya.
Selain pelatihan safety riding, juga dilakukan pelantikan Komunitas Keselamatan Sekolah (KKS) Bina Nusantara. Tugas dari komunitas itu sendiri adalah mengawasi teman-teman sekolah yang tidak membawa kelengkapan berkendara ketika pergi ke sekolah membawa motor. ”Di sekolah ini, jika tidak membawa helm, siswa tidak boleh masuk sekolah. Selain itu kelengkapan berupa surat-surat pun dicek, tujuannya agar siswa tidak menyalahi aturan lalu lintas,” jelasnya.
Sementara itu, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Suko Edi mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menggugah kesadaran para guru dan siswa untuk berkendara dengan baik dan benar. Pasalnya, di sekolah ini lebih dari 75 persen siswa menggunakan sepeda motor sehingga dengan diberikan pelatihan kepada guru, para guru bisa memberikan contoh berkendara yang benar, aman dan baik kepada siswanya. ”Para guru ini harus bisa jadi contoh berkendara yang baik untuk siswanya sendiri,” jelasnya.

Tahun ini Astra Motor Jateng menargetkan ada 90 sekolah untuk menggelar kegiatan safety riding, sampai hari ini ada 52 sekolah tingkat SMK/SMA dengan peserta pelatihan sekitar 3.640 siswa. ”Kami juga mendirikan Sekolah Safety Riding Mandiri (SSRM), targetnya 58 sekolah, total ada 41 yang dijalankan tahun lalu. Targetnya 17 sekolah tahun ini bisa terlaksana,” tutupnya. (den/sct/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here