Simpan Data Pemilu 1955

317
SEJARAH PEMILU: Komisioner KPU Sigit Pamungkas melihat data perolehan suara DPR Kota Besar Semarang saat Pemilu 1955 di Rumah Pintar Pemilu KPU Kota Semarang, Kamis (30/3). (PRATONO/RADAR SEMARANG)
SEJARAH PEMILU: Komisioner KPU Sigit Pamungkas melihat data perolehan suara DPR Kota Besar Semarang saat Pemilu 1955 di Rumah Pintar Pemilu KPU Kota Semarang, Kamis (30/3). (PRATONO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP), Kamis (30/3). RPP menempati sebuah ruangan di kantor KPU Kota Semarang. Beragam data dan arsip mengenai penyelenggaraan pemilu, tersimpan di RPP dan bisa diakses masyarakat.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono menjelaskan, RPP merupakan langkah awal KPU dalam mengumpulkan data tentang kepemiluan. Mulai dari pelaksanaan Pemilu 1955 hingga Pilwalkot 2015. Data dalam Pemilu yang akan berlangsung di masa mendatang juga akan menjadi koleksi RPP.

”Kalau belum lengkap mohon dimaklumi, karena ini baru langkah awal untuk mengumpulkan data kepemiluan dan akan terus dicoba dilengkapi,” jelas Henry.

Diakuinya, mengumpulkan data pemilu bukan hal yang mudah. Terutama arsip pemilu yang terselenggara sebelum masa reformasi. Ia harus mendatangi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng untuk berburu data, foto maupun video penyelenggaraan pemilu yang pernah ada di Semarang.

Henry menyatakan, yang paling sulit adalah mencari data Pemilu pertama di Indonesia pada 1955. ”Di Dinas Arsip tidak punya data Pemilu 1955,” jelasnya.

Hingga H-2 peresmian RPP, Henry baru mendapatkan data tentang Pemilu 1955 di Kota Semarang dari koleksi buku salah satu kawannya. Buku berjudul Semarang yang ditulis oleh Acting Kepala Djawatan Penerangan Kota Besar Semarang Soekirno terbitan 1956. Pada buku tersebut terdapat data rekapitulasi perhitungan suara Pemilu DPR dan Konstituante, jumlah pemilih, jumlah tempat pemilihan suara (TPS) dan lainnya. ”Datanya lengkap, bahkan sampai lokasi tempat berdirinya TPS di mana saja,” ujar Henry.

Komisioner KPU Pusat Sigit Pamungkas menjelaskan, RPP merupakan program yang akan dilaksanakan di seluruh KPU provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Hingga 2017 ini sudah ada 325 RPP tersebar di berbagai KPU. ”Targetnya pada 2018 sudah ada Rumah Pintar Pemilu di seluruh kantor KPU. Total ada sekitar 540 RPP,” jelas Sigit yang kemarin meresmikan RPP KPU Kota Semarang. (ton/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here