Pesantren Benteng Moral Bangsa

666
KITAB KUNING: Sejumlah santri sedang menunggu daftar ulang agar bisa mengikuti Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) 2017 tingkat Kabupaten Temanggung, Kamis (30/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)
KITAB KUNING: Sejumlah santri sedang menunggu daftar ulang agar bisa mengikuti Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) 2017 tingkat Kabupaten Temanggung, Kamis (30/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG– Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) 2017 tingkat Kabupaten Temanggung berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiah Sumur Blandung Desa Tegowanuh, Kaloran Temanggung, Kamis (30/3). Sedikitnya 23 Ponpes se-Kabupaten Temangggung mengikuti kegiatan yang dimotori Garda Santri DKC Garda Bangsa Kabupaten Temanggung bersama DPC PKB Kabupaten Temanggung ini.

Ketua Panitia MKK 2017 Kabupaten Temanggung Ahmad Romadlon Muchsin menyebutkan, ponpes peserta MKK adalah Ponpes Darunnaim Lungge, Ponpes Darul Aman, Ponpes Al Hidayah, Ponpes Anwarussolihin, Ponpes Kanzul Umam Selopampang, Ponpes Kemloko, Ponpes API Pesat, Ponpes Pandanaran, Ponpes Sumur Blandung, Ponpes Tajul Haq, Ponpes Tahdziful Fuad. Selanjutnya, Ponpes Kyai Parak, Ponpes Ar Riyad, Ponpes Nurul Huda, Ponpes Al Huda, Ponpes Assuniyah, Ponpes Al Hidayah, Ponpes Kyai Mahfud Sholihudin, Ponpes Kalipahing, Ponpes Romakante, Ponpes Kyai Basirun Kaloran, Ponpes Kyai Toif Kaloran dan Ponpes Miftahul Huda Kandangan. ”Total peserta semuanya ada 64 santri, terdiri 48 santri putra dan16 santri putri,” ucap Gus Madlon, sapaan Ahmad Romadlon Muchsin.

Ia menjelaskan, kitab yang dilombakan adalah, kitab Imrithi dan kitab Fathul Qorib untuk kategori ula (pemula) dengan usia mulai 12 hingga 20 tahun. “Dari jumlah peserta tersebut, diambil tiga terbaik putra dan putri, baik untuk cabang kitab Imrithi dan kitab Fathul Qorib. Jadi, total ada 12 yang terbaik, untuk mengikuti Musabaqoh pada level di atasnya, yakni tingkat wilayah,” ungkapnya.

Ketua DPC PKB Kabupaten Temanggung Matoha menuturkan, MKK digelar untuk meningkatkan silaturahmi antarpesantren, pengasuh dan antarsantri Se-Kabupaten Temanggung. Selain itu juga untuk meningkatkan komunikasi antara PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU) Temanggung.

“Bagaimanapun juga, PKB dilahirkan dan dibesarkan oleh NU. Oleh sebab itu, PKB punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan tradisi pesantren dan NU,” ucap Matoha.

Wakil Ketua DPRD Temanggung itu melanjutkan, kegiatan ini, juga untuk memantapkan keimanan dan ketakwaan santri, sekaligus menangkal ancaman masuknya paham radikalisme serta untuk memotivasi santri supaya tambah giat lagi dalam belajarnya. “Saya berharap, santri bisa lolos di tingkat wilayah dan syukur-syukur bisa menag di tingkat nasional,” harapnya.

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Temanggung KH Usman Ridho menambahkan, kegiatan MKK ini bisa memperkuat peranan pesantren. Pesantren yang belakangan ini kurang begitu diperhitungkan, ke depan bisa lebih diperhitungkan lagi. “Pesantren merupakan benteng moral bangsa. Mari sama-sama kita kembangkan bersama,” pinta Usman.

Sementara itu, Ketua PCNU KH Muhammad Furqon Masyhuri menuturkan, di pesantren tidak hanya belajar agama saja. Santri juga harus dibekali ketrampilan, harus belajar ekonomi dan harus melek teknologi. “Jadi, santri harus bisa menyelesaikan problem umat. Santri harus bisa berdikari, kuat secara ekonomi dan bisa memberikan berkontribusi untuk lingkungannya,” pinta Furqon. (san/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here