Mengenal Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia

Bareng-Bareng Terbangkan Drone di Candi Borobudur

691
KOPDAR: Para anggota Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia saat berkumpul di Candi Borobudur.
KOPDAR: Para anggota Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia saat berkumpul di Candi Borobudur.

Drone atau pesawat tanpa awak makin digemari masyarakat Indonesia. Belum lama ini, para pilot drone berkumpul di Magelang. Seperti apa?

PUPUT PUSPITASARI, Mungkid.

Yang namanya hobi, demi kopi darat (kopdar), jauh-jauh juga dijabani. Isi dompet menjadi nomor sekian. Terpenting bisa berkumpul dengan kawan-kawan yang selama ini tersebar di berbagai kota. Ini tergambar dalam acara ulang tahun pertama Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia yang dirayakan di Jogjakarta dan Magelang, belum lama ini

“Selain merayakan ulang tahun, rasa ingin ketemu, kita juga ingin menerbangkan drone bersama-sama. Anggota yang jauh dari Toraja juga datang meramaikan acara,” kata Ketua Panitia acara, Nafies Mara Adhinta.

Sejak subuh, anggota komunitasnya sudah siap menerbangkan drone bareng-bareng di Puthuk Setumbu. “Sekalian menghirup udara segar Magelang,” aku Nafies.

Lokasi lain yang dipilih adalah Bukit Rhema. Di lokasi ini terdapat gereja yang sebagian masyarakat menyebutnya Gereja Ayam dan atau Gereja Merpati. Dia berujar, kegiatan ini juga dalam rangka mengenalkan potensi wisata di sekitar Magelang.

“Puncaknya, kita terbang bareng di dalam Kompleks Candi Borobudur dengan mengikuti petunjuk dan arahan dari pihak candi,” tambahnya.

Ia mengapresiasi, sekitar 50 anggota komunitas bisa berkumpul dan berbaur. Meski diakui, mereka berangkat dari profesi yang majemuk. “Kami berharap, komunitas ini makin solid. Harapan lain, drone makin dikenal masyarakat dan menjadi sisi positif tambahan dari anggotanya,” ujarnya.

Nafis membeberkan, Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia ini pertama kali digagas oleh Fajar Hamidi. Ia adalah seorang programmer komputer yang berhasil memodifikasi sebuah produk drone, yang kemudian bisa terbang serta dikendalikan lebih jauh  dan stabil daripada setting pabrik. Pada akhirnya komunitas ini makin berkembang dengan anggotanya yang mempunyai drone dari berbagai jenis.

“Rasanya seru, bisa ngumpul dengan teman-teman sehobi. Banyak hal baru yang didapatkan, dari obrolan-obrolan ringan sampai obrolan serius dengan teman-teman,” tutur Freddy, salah satu anggota asal Kota Magelang. (*/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here