Kakek Tewas Terlindas Kontainer

1491
EVAKUASI : Kendaraan korban kecelakaan lalulintas, Bambang Budi Murdono saat dievakuasi oleh petugas Satlantas Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI : Kendaraan korban kecelakaan lalulintas, Bambang Budi Murdono saat dievakuasi oleh petugas Satlantas Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Nahas menimpa Bambang Budi Murdono, 70, warga Desa Jambu Kidul RT 3 RW 2, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis (30/3) kemarin, sekitar pukul 10.00. Pengendara Suzuki Smash bernopol H 3565 SL ini tewas mengenaskan karena terlindas truk kontainer.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintas di Jalan Diponegoro, tepatnya depan SPBU Undaris, Ungaran. Beberapa saksi mata mengatakan, jika tewasnya korban disebabkan terlindas ban bagian belakang kontainer. “Korban meninggal dunia di tempat,” ujar Ari Kris, 35, warga Genuk, Ungaran Barat saat di lokasi kejadian.

Kejadian bermula saat truk kontainer bernopol H 1356 AW melaju dari arah Semarang menuju Bawen. Truk yang dikemudikan Toparwi, 42, yang diketahui merupakan warga Desa Beji RT 2 RW 1, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang ini hendak ke Boyolali untuk mengangkut barang ekspor.

Beberapa saat sebelum tiba di lokasi kejadian, Toparwi mengurangi laju truknya sembari membanting arah kemudi ke kiri lantaran di depan ada Pajero yang hendak putar arah. Kebetulan di sisi kiri truk kontainer melaju motor yang dikendarai korban.

Toparwi tidak mengetahui posisi korban sehingga kontainer yang dikemudikannya pun bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai korban. “Korban terjatuh ke kanan dan langsung terlindas ban belakang truk kontainer,” katanya.

Korban mengalami luka parah di bagian perut hingga pinggang dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Untung saja, sopir kontainer tersebut segera diamankan oleh pihak kepolisian yang dengan cepat datang kelokasi kejadian.

Sehingga sang sopir tidak menjadi sasaran amuk warga. Menurut Ari, sepanjang Jalan Diponegoro sangat berbahaya bagi pengendara terutama sepeda motor yang melaju kencang.

Banyaknya kendaraan tonase berat yang berkecepatan tinggi sering memakan korban. Sementara itu, Toparwi yang diamankan ke kantor Satlantas Polres Semarang mengaku tidak mengetahui jika ada pengendara di samping kontainer yang dikemudikannya.

Dikarenakan posisi kepala kontainer yang tinggi. Sehingga pengendara sepeda motor apabila berada di sampingnya tidak kelihatan. “Saya benar-benar tidak tahu jika ada motor di sebelah kiri. Tahu-tahu terdengar benturan. Langsung saya berhenti dan cek, ternyata korban sudah kena,” katanya.

Usai kejadian, ia juga sempat membantu evakuasi korban ke pinggir jalan. “Saya ikut angkat beliau ke tempat aman. Saya minta maaf ke keluarga korban, semoga beliau diterima di sisi-NYA. Ini musibah, saya sangat menyesal,” kata Toparwi di depan polisi.

Saat ini Toparwi masih diamankan di Satlantas Polres Semarang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan truk kontainer beserta kendaraan milik korban juga ikut diamankan sebagai barang bukti. Saat proses evakuasi, juga sempat memacetkan akses sepanjang jalan Diponegoro. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here