Hujan Hambat Tol Bawen-Salatiga

1560
MUNDUR : Terlihat beberapa pekerja tol ruas Bawen–Salatiga di Desa Kandangan masih sibuk merampungkan pekerjaannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUNDUR : Terlihat beberapa pekerja tol ruas Bawen–Salatiga di Desa Kandangan masih sibuk merampungkan pekerjaannya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Tingginya debit air hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya selama beberapa bulan, menghambat proses pengerjaan tol Semarang–Solo ruas Bawen–Salatiga. Guna mengejar target penyelesaian ruas tol tersebut, pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ) menambah jam kerja dan pekerja.

“Faktor cuaca menghambat upaya percepatan pekerjaan ini,” ujar Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ, Ali Zainal Abidin saat meninjau lokasi pembangunan tol di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kamis (30/3) kemarin.

Kondisi cuaca ekstrim tersebut cukup mengganggu jadwal uji kelayakan tol ruas Bawen-Salatiga yang rencanannya dilaksanakan pertengahan April mendatang. “Saat ini kami terus kebut, jam kerja dan jumlah pekerja kami tambah,” ujarnya.

Meski begitu dari perhitungan TMJ, pengerjaan ruas Bawen-Salatiga sudah mencapai 96 persen. “Melihat kondisi ini, proses uji kelayakan memang baru bisa dilaksanakan pada pertengahan April nanti,” katanya.

TMJ sendiri merencanakan akan membagi dua tahap proses uji kelayakan ruas tol tersebut. Pada tahap pertama, uji kelayakan akan dilakukan di Jembatan Tuntang hingga exit tol Tingkir. Tahap dua meliputi Bawen hingga Jembatan Tuntang.

Sementara itu, beberapa pekerjaan rumah yang hingga kini belum terselesaikan yaitu interchange Tingkir atau satu kilometer sebelum gerbang tol, masih menyisakan pekerjaan pengerukan tanah.

Namun, pihaknya tetap optimistis, pengerjaan tersebut dapat terselesaikan pada awal April mendatang. “Sehingga uji kelayakan jalan tol akan bisa dilaksanakan sesuai rencana, pada pertengahan April mendatang,” katanya.

Sementara untuk ruas Bawen hingga jembatan Tuntang, diakuinya masih menyisakan sejumlah pekerjaan berat sepanjang 2 kilometer. Yakni pekerjaan gali timbun di wilayah Desa Kandangan dan Desa Polosiri, Kecamatan Bawen. “Sejauh ini pihak kontraktor telah menambah jam kerja dan jumlah sumber daya untuk mempercepat proses pengerukan tanah itu,” lanjutnya.

Uji kelayakan akan lebih cepat dilakukan, jika cuaca ke depan lebih baik. Terutama proses pekerjaan di wilayah Polosiri, akan rampung akhir April nanti. “Sehingga uji kelayakan tahap kedua bisa dilaksanakan awal Mei nanti,” tegasnya.

Untuk pekerjaan di wilayah Desa Kandangan, sejauh ini relatif lancar setelah proses pemasangan borepile. Dijelaskannya, untuk pekerjaan tanah, kini tinggal menyisakan pengerukan di bawah overpass Kandangan. Jika seluruh proses pekerjaan yang tersisa ini bisa dirampungkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka jalan tol ruas Bawen-Salatiga bisa dioperasionalkan akhir Mei.

Untuk dapat dimanfaatkan menjadi akses jalur mudik Lebaran tahun ini, TMJ menyiapkan beberapa alternatif. Di antaranya, membatasi kendaraan golongan I non bus yang bisa mengakses jalan tol hingga exit Tingkir. Hal itu dikarenakan akses keluar exit tol Tingkir masih berupa jalan provinsi yang existing hanya memiliki lebar 5 hingga 6 meter. Sehingga belum memungkinkan dilalui kendaraan berbadan lebar seperti bus dan truk untuk dua arah. Jika dipaksakan, berisiko memicu kemacetan arus lalu lintas, di ujung exit tol ini. “Alternatif lainnya, berkoordinasi dengan aparat terkait seperti Aparat Kepolisian maupun Dinas Perhubungan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas guna menghindari penumpukan kendaraan di titik penyempitan jalan atau ujung exit tol Tingkir,” ujarnya. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here