33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Galakkan Gerakan Tanam Cabai

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

WONOSOBO – Seruan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengenai gerakan tanam (gertam) cabai mulai dilaksanakan warga daerah. Seperti di Wonosobo, sejumlah komunitas dan kelompok ibu-ibu mulai giat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk ditanami cabai.

Komunitas Asri Wonosobo belum lama ini melakukan sosialisasi gertam cabai di Kelurahan Kejiwan. Sedikitnya 50 pengurus dari 22 bank sampah yang tergabung dalam Papeling (Paguyuban Pegiat Lingkungan) mengikuti sosialisasi gertam cabai yang diselenggarakan Asri Wonosobo.

Dari sosialisasi itu disepakati akan menanam cabai dan sayuran lain di pekarangan rumah dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media tanam. “Kami berusaha memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak berguna. Seperti plastik untuk polibag atau botol dan ember bekas untuk pot,” jelas Ketua Asri Wonosobo Astuti Farida.

Pengakuan dia, seluruh jajaran pengurus komunitas Asri, juga telah sepakat akan membantu bibit kepada peserta sosialisasi. Setiap bank sampah akan diberi 20 polibag benih sayuran untuk ditanam di sekitar lingkungan masing-masing.

Tak cukup sampai di situ, setiap penerima bantuan bibit tersebut, juga akan dinilai dan dipantau keberhasilannya setelah 4 bulan ke depan.

“Kelak setelah 4 bulan penanaman, kami akan terjun ke rumah masing masing, untuk menilai sejauh mana mereka menerapkan ilmu yang diperoleh,” jelas Astuti.

Menanam cabai maupun jenis sayuran lain di lahan pekarangan rumah menurut Astuti memiliki banyak manfaat. Cabai atau sayur yang dihasilkan lebih terjamin kebersihannya. Selain itu, menanam sayur mayur akan berimbas positif pada perekonomian rumah tangga. Minimal, mengurangi biaya belanja kebutuhan sayur keluarga.

“Kalau sudah panen nanti bisa sedikit mengurangi kebutuhan belanja sayur,” ujar perempuan yang memiliki hobi bercocok tanam itu. Pihaknya juga sangat berharap, gerakan menanam sayur di lingkungan rumah tersebut bisa meluas hingga ke seluruh wilayah Wonosobo. Sehingga tujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga lebih cepat tercapai. (cr2/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Atiqoh Boleh Ikut Ganjar Kampanye

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Istri petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Siti Atiqoh Supriyanti yang masin berstatus aparatur sipil negara (ASN), sempat dipermasalahkan saat menemani suaminya mendaftar sebagai...

Rusuh Lagi, Ditindak Tegas

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya menandatangani surat kesepakatan damai untuk menyelesaikan konflik kericuhan suporter PSS Sleman dan warga serta...

Pelari Nyeker Kebanjiran Hadiah

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Kerja dan kemauan keras bisa mengalahkan keterbatasan. Hal ini dibuktikan Ahmad Rizal Akbar, siswa SMP Islam FQ Wonokerto, Kota Pekalongan. Rizal berhasil...

Laporkan Penyidik ke Propam

SEMARANG - Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Selatan dilaporkan oleh lembaga bantuan hukum Peradi Semarang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah....

1.500 Warga Tolak Proyek Apartemen Payon View

SEMARANG - Sedikitnya 1.500 warga Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Semarang, resah menyusul dibangunnya Apartemen Payon View oleh pengembang PT PP Properti Tbk di kompleks...

Bupati Jepara Batal Jadi Tersangka

SEMARANG- Kepala Kejati Jateng kalah dalam gugatan praperadilan dilawan Bupati Jepara Achmad Marzuqi, akibat kembali menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana bantuan politik PPP Kabupaten Jepara....