Atasi Rob, Warga Bongkar Rumah dan Warung

1756
BONGKAR WARUNG : Empat warga Desa Mulyorejo saat membongkar warung dan rumah yang menghalangi akses jalan armada truk pembawa material pembangunan tanggul melintang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BONGKAR WARUNG : Empat warga Desa Mulyorejo saat membongkar warung dan rumah yang menghalangi akses jalan armada truk pembawa material pembangunan tanggul melintang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Untuk mempermudah akses keluar masuk armada truk yang membawa material untuk pembangunan tanggul melintang di Desa Jeruksari dan Desa Mukyorejo, 4 warga secara sukarela membongkar rumah dan warung miliknya di tepi Jalan Desa Mulyorejo, Rabu (29/3) kemarin. Adapun warga pemilik warung dan rumah adalah Wartoyo, 47; Darti, 56; Siru, 51; dan Lutfhi, 42.

Dalam kesempatan tersebut Darti mengungkapkan bahwa pembongkaran warung dan rumah tersebut, karena tanah yang digunakan selama 11 tahun tersebut merupakan tanah bukan hak dan miliknya. Namun tanah milik irigasi PSDA Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, setelah dirinya mendirikan bangunan warung dan rumah, beberapa tahun kemudian tiga warga lain ikut mendirikan bangunan warung dan rumah, di atas tanah irigasi tersebut.

“Makanya, kami dengan suka reka membongkar bangunan warung dan rumah. Karena kami merasa bangunan yang kami tempati, menghalangi akses masuk armada truk. Makanya, demi pembangunan tanggul untuk mengatasi banjir rob, kami dengan suka rela membongkarnya,” ungkar Darti.

Bahkan, kata Wartoyo, warga yang membongkar warung dan rumahnya, tidak menuntut ganti rugi apapun, dan tidak akan menempati lagi tanah irigasi, untuk mendirikan bangunan baru. “Kami sadar bahwa yang kami tempati bukan tanah milik kami dan bangunan kami menghalangi pembangunan tanggul melintang, yang saat ini sedang dibangun,” kata Wartoyo.

Sementara itu, Kepala Desa Mulyorejo, Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan empat warga dengan membongkar bangunan dan rumah miliknya di atas tanah irigasi yang menghalangi pembangunan tanggul melintang, dan mereka kembali ke rumahnya masing-masing yang saat ini tergenang banjir rob.

Menurutnya, masih ada tiga warga lagi yang mendirikan bangunan rumah di atas anak sungai. Bangunan tersebutmenghalangi arus anak sungai karena adanya bangunan tersebut. “Kami harap dengan naiknya kesadaran warga, yang membongkar bangunannnya sendiri yang ada di atas anak sungai. Sehingga air sungai mengalir ke laut, dan tidak terhalang oleh bangunan warga tersebut,” tegas Mubarok. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here