Puluhan Reklame Dibongkar Paksa

1400
ANGKUT : Satpol PP Kota Salatiga memotong tiang reklame yang melanggar aturan. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
ANGKUT : Satpol PP Kota Salatiga memotong tiang reklame yang melanggar aturan. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga menurunkan puluhan reklame tak berizin dan reklame yang pajaknya tidak dibayar dalam operasi ketertiban nonyustisi, Rabu, (29/3). Reklame tidak hanya dilepas, ada yang harus dipotong pipa besi penyangganya. Pemotongan dilakukan dengan gerindra yang telah dipersiapkan petugas.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) pada Satpol PP Kota Salatiga Celso Edgar menjelaskan, operasi yang melibatkan dinas terkait ini merupakan operasi terhadap pelanggaran Perda No 6 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Reklame.

“Reklame yang ditertibkan merupakan reklame yang melanggar ketentuan perizinan ataupun perpajakan yang sebelumnya telah mendapat peringatan dari instansi terkait. Ini merupakan langkah awal dari penataan trotoar terutama di Jalan Diponegoro yang akan direvitalisasi oleh DPU dan PR pada tahun ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, trotoar di seluruh Jalan Diponegoro, mulai dari Bundaran Tamansari sampai dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) akan direvitalisasi. “Contoh yang sudah revitalisasi adalah trotoar di depan Bank Salatiga sampai dengan Apotek Vitra,” ungkap Celso.

Celso menjelaskan, operasi dilaksanakan selama 3 hari yaitu, Senin (27/3), Rabu (29/3) dan Kamis (30/3) dengan sasaran utama adalah reklame di Jalan Diponegoro. Para pelanggar akan mendapatkan surat panggilan atau dapat langsung mendatangi Kantor Satpol PP Kota Salatiga. Jika ada yang merasa tidak puas, akan diarahkan untuk menyampaikan lewat layanan pengaduan di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (Dinas PM dan PTSP). (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here