Puluhan Money Changer Tak Berizin

425

SEMARANG – Bank Indonesia terus menertibkan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). Hal ini guna mencegah kejahatan-kejahatan luar biasa yang memanfaatkan layanan tersebut.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, awal Januari lalu pihaknya mengidentifikasi terdapat 40 penyelenggara KUPVA BB di wilayahnya yang tidak berizin.

“Setelah dilakukan sosialisasi, dari 40 penyelenggara KUPVA BB tak berizin tersebut, 2 penyelenggara sudah mengajukan proses perizinan ke BI dan 1 penyelenggara sedang dalam tahap pengajuan perizinan ke dinas terkait,” ujarnya di sela Media Briefing ‘Penertiban Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Tanpa Izin BI’ di Polda Jateng, kemarin.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Bigjen Pol Agung Setya menyambut baik upaya penertiban tersebut. Menurutnya, banyak pelaku tindak pidana menyembunyikan kejahatannya melalui KUPVA BB. “Secara sistematis ini akan memengaruhi ekonomi, terlihat sepele tapi banyak kejahatan besar disembunyikan di sana,” jelasnya.

Ia mencontohkan di Batam pihaknya pernah menertibkan KUPVA BB tak berizin berhubungan dengan kasus narkotika dengan omset lebih dari Rp1 triliun per bulan. Ada pula KUPVA BB yang digunakan sebagai pencucian uang hasil judi online dengan transaksi ratusan miliar.

Terkait hal ini, Bank Indonesia memberi batas waktu hingga 7 April 2017 bagi para penyelenggara KUPVA BB untuk mengurus perizinan. Pengurusan izin ini tidak dibebankan biaya sama sekali dan berbadan hukum. Namun begitu, proses mendapatkan ijin membutuhkan waktu. “Setelah batas akhir yaitu 7 April 2017 akan ada penindakkan tegas,” kata Rahmat.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng kerjasama dengan notaris untuk memberikan pemahaman tentang legalitas penyelenggara tersebut.  “Tujuannya agar berdampak pada citra positif Indonesia dan kita perlu menjaga kondisi tetap berlanjut,” tambahnya.

KUPVA BB, lanjut dia, dilarang jika beroperasi tanpa ijin, menggunakan rekening bank selain atas nama KUPVA. Melakukan kegiatan di luar kegiatan yang telah diatur, melakukan kerjasama dengan kegiatan usaha melalui KUPVA tidak berijin serta pengurus dan pemegang saham memanfaatkan KUPVA untuk kepentingan pribadi. (dna)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here