Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Kerap Banjir,Pembeli Sepi

502
DIKELUHKAN: Genangan air di kawasan Pasar Borobudur, sangat menganggu pemandangan, apalagi dekat dengan kawasan wisata Candi Borobudur. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
DIKELUHKAN: Genangan air di kawasan Pasar Borobudur, sangat menganggu pemandangan, apalagi dekat dengan kawasan wisata Candi Borobudur. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Genangan air terus terjadi di kawasan Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang. Luapan air dari irigasi yang mampet, dikeluhkan para pedagang karena pembeli menjadi sepi.

Pantuan koran ini, genangan air memenuhi hampir seluruh lokasi pintu masuk ke pasar tradisional tersebut. Saat hujan deras, kedalamannya bisa mencapai lutut orang dewasa. Parahnya, genangan air menimbulkan bau yang tidak sedap. Kotor dan banyak sampah.

Jika hari biasa, genangan air mencapai 40 sentimeter. Akibatnya, pedagang kerap mengalami kerugian, karena banyak pembeli enggan datang. Mereka berharap Dinas Pasar segera mengatasi luapan air, agar tidak masuk ke pasar.

Zulikah, seorang pedagang mengatakan, luapan air berasal dari saluran air yang berada di utara pasar. Air menggenagi sekitar pasar dan tempat parkir. “Genangan air sangat kotor dan bau, karena luapan air melewati tempat penampungan sampah, sehingga banyak sampah berserakan ke mana-mana,“ keluhnya.

Zulikah mengaku, jika air meluap ke pasar, pedagang pasar selalu rugi. Sebab, banyak calon pembeli yang enggan masuk. Pembeli pilih berbelanja di minimarket terdekat. “Jika air meluap pasti pembeli sepi. Mereka tidak jadi masuk dan belanja di toko atau swalayan.” Zulikah berharap, pemerintah melalui Dinas Pasar segera mengatasi luapan air agar tidak menggenang ke dalam pasar.

Pasar Borobudur merupakan pintu masuk ke kawasan Taman Wisata Candi Borobudur yang setiap hari dilewati wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Sebelum ada genangan air, setiap hari ada turis yang datang. Entah sekadar melihat atau berbelanja di pasar.

“Dulu, banyak turis berhenti untuk melihat, bahkan belanja di pasar. Sejak kerap terjadi luapan air, sudah tidak ada turis yang mau masuk pasar,” kata Fajar, seorang pembeli yang mengurungkan niatnya berbelanja di pasar.

Terpisah, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menuding, banjir di kawasan Pasar Borobudur akibat kesalahan pedagang. Pedagang kerap membuang sampah sembarangan dan tidak berjualan di tempat semestinya.

“Kesadaran pedagang kurang. Pedagang kerap membuang sampah sembarangan. Mereka juga melakukan aktivitas perdagangan di jalan raya, trotoar, dan jalur irigasi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Asfuri Muhsis.

Menurut Asfuri, pihaknya sudah berkali-kali memberikan imbauan. Namun, tidak mendapatkan respons. “Kami berharap, pedagang membiasakan diri berdagang di dalam pasar.”

Asfuri mengakui, keluhan banjir dan sampah, sudah didengarnya sejak lama. Pihaknya juga sudah kerja bakti bersih-bersih pasar. Menurut Asfuri, persoalan ini butuh penanganan permanen. Tidak hanya kerja bakti. Butuh renovasi dan kepedulian pedagang. “Pedagang harus ikut aktif.” (vie/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here