Menunggu Berjam-jam, Antrean SPT Dikeluhkan

1452
MENGULAR : Antrean panjang di KP2KP Kendal berjubal hingga halaman kantor. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGULAR : Antrean panjang di KP2KP Kendal berjubal hingga halaman kantor. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pelayanan di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kendal mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, selain antrean yang panjang, warga yang ingin melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) harus mengantre hingga berjam-jam lantaran minimnya petugas.

Hal tersebut diperparah dengan sistem antrean yang tidak memakai nomor urut. Antrean hanya didasarkan pada bangku kedatangan. Sehingga rawan terjadi saling srobot bangku ketika ditinggal pergi sebentar oleh wajib pajak.

Keluhan salah satunya datang dari Ari Prasetyo, warga Pegulon Kecamatan Kota Kendal. Ia mengaku, harus antre hingga tiga jam lebih untuk bisa mendapatkan layanan SPT yang dibatasi hingga 31 Maret ini. “Saya datang sejak jam 10 pagi, baru bisa dilayani pukul 14:30,” katanya, Rabu (29/30) kemarin.

Sebenarnya, antrean panjang tidak masalah. Yang menjadi masalah, katanya, sistem antrean yang tidak memakai nomor antrean, sehingga wajib pajak tidak bisa kemana-kamana. “Kalau ditinggal bangkunya ditempati orang lain,” keluhnya.

Hal tersebut membuat para wajib pajak tidak bisa kemana-mana. Hanya bisa duduk menunggu antrean dengan sistem geser tempat duduk. “Kalau antrean seperti ini sangat menyusahkan, kami makan siang juga tidak bisa. Jangankan makan siang, beli menuman saja tidak berani karena takut antreannya ditempati orang lain,” jelasnya.

Hal senada dikeluhkan Roni Saputra, warga Montongsari Kecamatan Weleri. Ia mengaku sempat kesal saat petugas pelayanan KP2KP saat jam istirahat seluruhnya istirahat. Melihat antrean panjang, seharusnya istirahat petugas diberlakukan sistem gantian. Sehingga pelayanan tetap bisa jalan.

“Jadi, para petugas pajak istirahat makan siang dan salat. Sementara kami wajib pajak yang mengantre harus tetap duduk dan tidak bisa kemana-mana. Mau melaksanakan ibadah salat pun tidak bisa,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala KP2KP Kendal, Ainul Karim Firdaus membantahnya. Menurutnya, ia sudah memberlakukan sistem istirahat bergantian agar pelayanan tetap jalan. “Bahkan karena antrean panjang, kami melakukan tambahan jam pelayanan. Seharusnya pelayanan dimulai pukul 08.00-16.00. Karena SPT Tahunan, kami buka pelayanan dari pulul 08.00-19.00,” tandasnya.

Diakuinya, antrean panjang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Makanya, ia menyarankan jika enggan mengantre sebaiknya menggunakan e-Filing atau pengisian pajak SPT Tahunan melalui sistem online. Untuk mendapatkan layanan ini, wajib pajak harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomor e-FIN.

Terkait antrean yang tidak mengunakan nomor antrean, diakuinya untuk memudahkan saja. Kilahnya, kalau menungganakan nomor antrean akan kesulitan, mengingat jumlah antrean setiap harinya bisa berjumlah ratusan orang.

Pihaknya mengaku antrean panjang lantaran tempat dan jumlah petugas yang terbatas. Sebab petugas KP2KP Kendal hanya empat orang dan bantuan empat orang lagi dari KPP Pratama Batang. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here