Mengurus Perizinan Tenaga Kesehatan Hanya 18 Jam

Dulu Paling Cepat 20 Hari

1325
TEROBOSAN BARU: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Ulfi Imran Basuki (paling kanan) saat meluncurkan Sinakes Online di Aula Diklat RSUP dr Kariadi, Rabu (29/3). (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEROBOSAN BARU: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Ulfi Imran Basuki (paling kanan) saat meluncurkan Sinakes Online di Aula Diklat RSUP dr Kariadi, Rabu (29/3). (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menunjukkan komitmennya untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan perizinan masyarakat dengan melakukan inovasi yang didukung pemanfaatan teknologi informasi. Kali ini, pemkot meluncurkan inovasi Sistem Informasi Tenaga Kesehatan (Sinakes). Sistem tersebut untuk memangkas pembuatan perizinan profesi tenaga kesehatan. Misalnya, perizinan bagi perawat, bidan, fisioterapi, radiologi, perekam medis, tenaga gizi, apoteker, asisten apoteker, dan lain-lain.
Dulu pengurusan perizinan profesi tenaga kesehatan membutuhkan paling cepat 20 hari, tapi sekarang melalui sistem online ini hanya diperlukan 18 jam.

”Ini bagian dari salah satu terobosan untuk menyederhanakan perizinan tenaga kesehatan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Ulfi Imran Basuki, saat meluncurkan  Sinakes Online di Aula Diklat RSUP dr Kariadi, Rabu (29/3).

Atas diberlakukannya sistem online ini, pihaknya saat ini tidak menerima dokumen langsung.

Dijelaskan Ulfi, program Sinakes ini mengintegrasikan organisasi profesi kesehatan, Dinas Kesehatan dan DPM PTSP. ”Pemohon cukup meng-upload berkas data ke sistem online tersebut yang kemudian dilakukan cek di Dinas Kesehatan ke DPM PTSP,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya melayani rata-rata 70-100 orang per hari untuk perizinan tenaga kesehatan. Mereka mengajukan izin profesi dengan membawa dokumen lengkap secara manual. Adanya perizinan sistem online ini, lanjutnya, akan lebih efektif.

”Sistem yang dulu kurang efektif karena membutuhkan waktu lama. Secara tidak langsung menghambat layanan kesehatan di masyarakat. Sementara izin profesi ini merupakan syarat mutlak untuk bekerja di instansi kesehatan,” katanya.

Pihaknya berharap, penerapan perizinan online ini secara tidak langsung bisa mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, birokrasi dalam pelayanan selama ini membutuhkan waktu sangat lama. ”Maka aplikasi ini merupakan wujud penyederhanaan. Proses perizinan bisa dipangkas, pemohon tidak perlu membawa berkas,” ujarnya.

Sebab, lanjut wali kota, perizinan tenaga kesehatan berupa penanganan berkas perizinan, pencatatan izin, pencetakan surat izin, sampai dengan informasi data perizinan tenaga kesehatan hanya dilakukan menggunakan aplikasi online. ”Sinakes dapat menjawab permasalahan selama ini,” katanya.

Salah satu pemohon, Sinta, merasakan manfaat sistem online tersebut. Dia baru membuktikan bahwa pelayanan perizinan menggunakan sistem ini membawa perubahan baru yang sederhana, mudah dan cepat. ”Ini pengalaman pertama saya mengurus perizinan tenaga kesehatan. Cukup 18 jam. Kalau sistem lama kan harus bolak-balik,” ujar pemohon tenaga kesehatan bidang apoteker ini. (mg29/amu/zal/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here