Melongok Curug Surodipo, Tawangsari Wonoboyo, Temanggung

Jual Lima Curug, Suguhkan Makanan Khas Desa

2509
INDAH: Pemandangan di air terjun utama wisata alam Curug Surodipo Tawangsari Wonoboyo Temanggung. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
INDAH: Pemandangan di air terjun utama wisata alam Curug Surodipo Tawangsari Wonoboyo Temanggung. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

Banyak cara dilakukan untuk mempromosikan desa wisata beserta potensi lokal kepada masyarakat luas. Seperti dilakukan oleh anggota DPD RI wakil Jawa Tengah, Denty Eka Widi Prawiti. Denty mengenalkan Curug Surodipo Tawangsari, dengan mengajak komunitas motor: TOC (Temanggung Otomotif Club) ke lokasi.

WONG AKHSAN, Temanggung

CURUG Surodipo berada di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Temanggung. Curug ini belum genap setahun dikelola oleh warga. Beberapa bulan lalu, Curug Surodipo baru saja ditetapkan oleh Pemkab Temanggung sebagai desa wisata bersama 9 desa wisata lainnya. Tepatnya, melalui SK (Surat Keputusan) Bupati Bambang Sukarno.

Meski baru, geliat destinasi ini luar biasa. Banyak wisatawan berkunjung ke objek wisata alam ini. “Sebenarnya tempat ini (Curug Surodipo, red) sudah lama dikunjungi banyak orang. Namun mulai ada penataan, satu tahun terakhir ini,” ucap Ketua Pengelola Curug Surodipo, Himawan, kemarin.

Himawan menyampaikan, pada hari-hari biasa, Curug Surodipo dikunjungi 30-50 pengunjung. Jika akhir pekan, naik menjadi rata-rata 300 sampai 500 pengunjung. Nah, jika ada even-even tertentu, jumlah pengunjung bisa tembus mencapai 1.000 orang.

“Masing-masing pengunjung kita kenai tiket per orang Rp 3000 dan parkir motor Rp 2000. Jika satu motor boncengan berdua, berarti pengunjung siap-siap membayar Rp 8000.

Kepala Desa Tawangsari Ashinudin menuturkan, sejak menerima SK dari Bupati Temanggung, ia langsung mengumpulkan semua ketua RT/RW, perangkat desa, tokoh masyarkat, PKK, dan pemuda desa. “Kita samakan persepsi dan kita minta mereka untuk sama-sama mengembangkan Desa Wisata Curug Surodipo. Saya yakinkan mereka, Alhamdulillah semuanya menerima dan mendukung.”

Ashinudin mengatakan, saat ini kesempatan baik bagi desa yang dipimpinnya untuk mengembangkan Curug Surodipo.

“Ini kesempatan langka. Tidak semua desa memiliki potensi yang luar biasa, sebagus dan seindah Curug Surodipo.” Keunggulan atau keunikan Curug Surodipo, antara lain, punya lima curug, air melimpah, pemandangan bagus, dan lokasinya luas. Ke depan, pemerintah desa berencana membuat sentra atau unit-unit. Seperti unit peternakan, perikanan, pertanian, dan unit kebun buah. “Pokonya dibuat yang menarik. Saat ini yang sudah ada, yang menjadi ikon, kopi Surodipo, buntil, sawut merah, dan ceriping jambu.”

Anggota DPD RI wakil Jawa Tengah, Denty Eka Widi Prawiti melihat potensi Desa Tawangsari luar biasa. Geliat ekonomi warga mulai tumbuh. Menurut Denty, selain punya lima curug, Tawangsari juga memiliki potensi sumber daya alam luar biasa. Ada tanaman tembakau, kopi, serta tanaman holtikultura, seperti sayuran, jagung, dan lainya. “Hasil bumi di desa ini, bisa diolah dan dikemas menarik, menjadi nilai jual, sekaligus bisa menjadi magnet bagi pengunjung.”

Perempuan berhijab itu mengatakan, di Curug Surodipo, pengunjung bisa menikmati kopi khas Surodipo. “Sambil menyeruput kopi, makan jajanan khas desa, sekaligus melihat panorama alam.” Denty menyampaikan, potensi wisata sudah bagus, tinggal penataan wisata, dan peningkatan SDM pengelola.

Perempuan yang getol mengampanyekan potensi lokal itu berharap, pengelolaan wisata Curug Surodipo bisa berdampak positif bagi warga sekitar. “Perekonomian masyarakat bangkit, kesejahteraan warga meningkat, juga bisa meningkatkan PAD bagi Pemkab.” (*/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here