Komunitas Orangtualogy Ajak Anak Menanam Padi

266
CINTAI ALAM: Komunitas Orangtualogy mengajak puluhan anak menanam padi. Komunitas tersebut ingin menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam di tengah era gadget seperti sekarang ini.
CINTAI ALAM: Komunitas Orangtualogy mengajak puluhan anak menanam padi. Komunitas tersebut ingin menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam di tengah era gadget seperti sekarang ini.

SEMARANG – Semakin maraknya gadget akibat kemajuan teknologi membuat anak-anak kehilangan media bermain dan belajar yang menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang tinggal di perkotaan, bermain di alam terbuka merupakan suatu hal yang langka. Hal tersebut yang melandasi sebuah komunitas Orangtualogy menyelenggarakan playdate dan fieldtrip bertajuk ”Jadi Petani Tjilik dan Angon Bebek” di Balemong Resort Ungaran, Minggu (26/3).

Hujan pagi itu tak menyurutkan langkah sejumlah keluarga untuk mendatangi lokasi fieldtrip di wilayah Ungaran tersebut. Rombongan beratribut merah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Semarang tersebut tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas parenting di Kota Semarang.

Salah satu pengurus Komunitas Orangtualogy, Arum Sukma Kinasih, menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada alam, seperti mengenalkan cara menanam padi. Mengingat di era sekarang banyak anak-anak yang disibukkan oleh gadget. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari belajar menanam padi bagi anak-anak, diantaranya dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi mereka, memperkenalkan profesi petani, menumbuhkan rasa percaya diri, mengajarkan kerjasama tim, menjadi media sensory play bagi anak-anak. ”Serta memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan dibanding hanya bermain gadget,” tandasnya.

Saat berbaris menuju area sawah, seluruh anak terlihat antusias. Anak-anak dengan rentang usia 3 sampai 7 tahun tersebut digiring dan diajarkan bagaimana cara menanam padi. Berbagai ekspresi muncul saat kaki dan tangan mereka menyentuh area sawah yang berlumpur. Yang paling seru, setelah para anak belajar menanam padi, panitia membawa sejumlah ekor bebek untuk diajak bermain bersama. Anak-anak pun semakin antusias berusaha menangkap bebek. Mandi  dan jatuh di lumpur pun tak pelak membuat para orang tua ikut bersorak melihat tingkah laku mereka. ”Lucu sekali mereka, ada yang senang, ada yang menangis karena kesulitan mengangkat kaki yang masuk kedalam lumpur, dan ada juga yang kegelian, seru sekali,” ujar Ana, salah satu peserta. (zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here