33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ketika Bayu Ahmad Kembangkan Bisnis Carica

Tidak Cukup Hanya Berani, Ulet, dan Inovatif

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Menuju sukses, tidak mudah bagi pelaku usaha. Butuh keberanian, keuletan, dan segudang inovasi produk. Itu saja tidak cukup. Itulah yang dilakoni Bayu Ahmad, owner Agripina, produsen carica di Wonosobo.

ZAIN ZAINUDIN, Wonosobo

MENURUT Bayu, ada satu hal yang sangat penting setelah ketiganya (keberanian, ulat, dan inovasi). Yaitu, manajemen modal yang tepat dan terukur.

“Agripina ini anak dari Cendawan Mas (produsen carica). Pendiri Cendawan Mas kebetulan ibu saya, namanya Chotijah Soeripto. Sekitar 15 tahunan ini, baru saya buka produksi sendiri dengan nama Agripina,” katanya saat dikunjungi Jawa Pos Radar Kedu di Sumberan, kemarin.

Ia lantas menceritakan suka-duka orang tuanya saat merintis carica dan jamur. Ketika itu, baru ada 2 produsen yang memproduksi carica dan jamur. Selain Cendawan Mas, satunya bernama Podang Mas. Nah, dua perusahaan itu merintis dan memulai usaha hampir bersamaan. “Kira-kira sekitar 1990-an.”

Meski berangkat pada tahun yang sama, keduanya memiliki sedikit perbedaan. Podang Mas lebih fokus pada inovasi produk olahan carica. Sedangkan Cendawan Mas lebih ke keripik jamur. Kebetulan waktu itu, PT Dieng Jaya masih memproduksi jamur dalam jumlah besar. Jamur afkiran itulah yang kemudian dikreasi menjadi keripik jamur oleh Cendawan Mas.

Tahun pertama produksi, orang tua Bayu mengalami kerugian terus-menerus. Dari seratus persen produksi, hanya 5 persen yang berhasil dijual. Lima persen saja, kadang tidak tentu. Maklum, produk olahan jamur belum familiar di tengah masyarakat. Pun, produk carica atau Carica In Syrup yang sekarang mudah dijumpai di Wonosobo.

“Saya ingat dulu, ibu kalau mau jualan mesti telaten. Sabar. Terlebih, saat menanggapi pertanyaan usil calon pembeli. Jamur iki jamur opo? Opo ora mendemi? (Ini jamur apa? Jamurnya apakah tidak beracun),” katanya menirukan pertanyaan banyak pembeli kala itu.

Padahal, sambung dia, pembeli sudah tahu bahwa keripik jamur bahan dasarnya dari Dieng Jaya yang sudah jelas-jelas layak untuk dikonsumsi. “Kami memaklumi, memang waktu itu jamur belum menjadi makanan familiar. Beda dengan di Korea atau China.”

Nah, menginjak tahun kedua, usaha yang dirintis orang tua Bayu mulai berkembang. Meski masih rugi, tapi tidak separah tahun pertama. Toko-toko sudah mau dititipi. Masyarakat juga mulai minat mengonsumsi jamur dan carica. “Baru di tahun kedua akhir tepatnya, usaha yang ibu rintis sudah balik modal. Sebelum-sebelumnya rugi terus.”

Memasuki tahun ketiga, Cendawan Mas mulai diminati pasar dan terus langgeng hingga saat ini. Sejak saat itu, Cendawan Mas mulai melebarkan sayap, memproduksi carica. Sebaliknya, Podang Mas juga memproduksi keripik jamur.

“Bisa dibayangkan kan? Dua tahun harus rugi? Tanpa manajemen modal yang tepat, bisa jadi Cendawan Mas nggak bisa bertahan sampai sekarang ini.”

Soal manajemen modal, ia mau berbagi tips. Di awal produksi, antara modal dan prediksi diterimanya produk, telah dihitung matang. Jangka dua tahun mengalami kerugian, sudah diprediksi. Tidak hanya itu. Dari modal 100 persen yang dimiliki, hanya boleh dibelanjakan kurang dari 30 persen. Baik untuk produksi maupun tambal sulam kerugian selama dua tahun. “Itungannya begitu, sudah dirumuskan matang. Kalau terjadi apa apa di tengah jalan, masih bisa bangkit dan memperbaiki kesalahan.” (*/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hasil Polling Civitas Akademika Jadi Pertimbangan

RADARSEMARANG.COM - Universitas Tidar (Untidar) Magelang berencana membangun gedung Rektorat di kawasan Desa Kedungsari, Sidotopo, Magelang Utara, Kota Magelang pada 2020 mendatang. Digelar sayembara...

Problem Belum Terpecahkan

SEMARANG – Problem minimnya gol yang mampu dicetak tim PSIS Semarang di pertandingan tampaknya belum terpecahkan. Di laga uji coba menjamu Persijap Jepara, Sabtu...

14 Tahun Idap Kanker, Dijemput Ambulan Hebat

SEMARANG–Seorang nenek bernama Sunarsih, 60, selama 14 tahun mengidap penyakit kanker getah bening. Dia tergolek tak berdaya di rumah sederhana milik adik kandungnya, Karmijah,...

Malam Cerah, Warga Penuh Suka Cita

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Puluhan ribu pasang mata enggan beranjak dari Jalan Pemuda Kota Semarang untuk menyaksikan Internasional Semarang Night Carnival (SNC) 2018. Apalagi acara tahun ini...

Tuk Lumpang, Jadi Destinasi Wisata Menarik

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Desa Sendang terletak di Kecamatan Tersono, ibarat intan yang belum terpoles. Banyak lokasi wisata menarik tapi belum dieksplorasi secara profesional dan masih...

Pemkab Jemput Warga Demak di Papua

DEMAK-Pemkab Demak secara resmi menjemput 39 warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota dari tanah Papua. Ini dilakukan setelah mereka dibebaskan oleh TNI/Polri dari kelompok...