Jamin Tidak Terjadi Kebocoran Soal

356
SIAP UNBK: Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo saat memberikan keterangan terkait kesiapan Ujian Nasional (Unas) 2017. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP UNBK: Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo saat memberikan keterangan terkait kesiapan Ujian Nasional (Unas) 2017. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) baik SMK/SMA maupun SMP/MTs. Sebab, tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 80 persen sekolah di Jateng harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kompurter (UNBK).

Tingkat kebocoran atau kecurangan pelaksanaan Unas sendiri telah diantisipasi dari pihak pusat. Seperti server dan tenaga Informasi Teknologi (IT) UNBK semua dilakukan dan diawasai pemerintah pusat. Selain itu, soal UNBK juga jumlahnya ribuan dan berbeda antara satu siswa dengan siswa lain.

”Sangat tidak mungkin ada kebocoran soal. Komputer dan soal juga baru on ketika pelaksanaan UNBK berlangsung,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Gatot Bambang Hastowo saat memaparkan kesiapan Jateng menghadapi Ujian Nasional 2017, kemarin.

Ia menambahkan, di Jateng yang akan menggelar Unas sebanyak 8.846 sekolah baik SMA/SMK maupun SMP/MTs. Yang terdiri atas SMP/MTs sebanyak 5.469 sekolah dan 3.373 SMA. Unas tahun ini dipastikan akan banyak menghemat anggaran mengingat lebih banyak yang menggelar UNBK. ”Kalau untuk SMA/SMK hampir 90 persen menggunakan metode UNBK. Bahkan yang SMK hanya 3 sekolah yang menggelar ujian kertas dan pensil,” ujarnya.

Pemprov Jateng mengklaim sudah melakukan simulasi dalam pelaksanaan UNBK. Berbagai antisipasi sudah dilakukan, termasuk menggandeng pihak PLN dan menyiapkan genset untuk berjaga-jaga ketika lampu padam. Dari evaluasi yang dilakukan, semua berjalan lancar, tidak ada kendala di lapangan. ”Sudah dilakukan simulasi serentak dan semua berjalan lancar. Baik jaringan internet maupun listrik tidak ada kendala,” tambahnya.

Diakui awalnya sempat banyak kendala di lapangan. Namun Surat Edaran Mendikbd No 1 Tahun 2017 tentang pelaksanaan Ujian Nasional. Di mana setiap UNBK bisa dilaksanakan minimal sekolah tersebut memiliki 30 komputer. Sementara bagi sekolah yang komputer tidak memadai, tetap bisa mengikuti UNKB dengan menginduk di tempat lain. ”Dengan catatan, lokasi yang digunakan tidak lebih 5 km dari sekolah. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan terkait kesiapannya,” tandasnya.

Unas bakal dilakukan bertahap. Untuk SMK berlangsung 3-6 April; SMA/MA dan SMALB berlangsung 10-13 April sedangkan paket C berlangsung 15-23 April (gelombang 1) dan 7-15 Oktober (gelombang II). Untuk tingkat SMP/MTs dan SMPLB berlangsung 15-17 Mei dan program peket B/Wustha berlangsung 13,14,20 Mei (gelombang I) dan 7, 8, 14 Oktober (gelombang II). ”Ini memang tidak bersamaan agar pelaksanaan UNBK bisa lebih maksimal. Jika ada keluhan masyarakat bisa menghubungi call center di nomor 08123488857,” tambahnya. (fth/adv/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here