33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Ganjar Kembali Jadi Saksi Sidang E-KTP

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo kembali menjadi saksi sidang kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, Kamis (30/3). Dia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadiri sidang yang bakal menjadi sorotan publik tersebut.

Orang nomor satu di Jateng ini tidak tahu apa yang akan dipertanyakan dalam sidang yang juga memeriksa Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, yang saat itu menjabat Menteri Keuangan. ”Saya akan datang dan menjawab apa pun pertanyaan hakim. Tidak ada persiapan apa pun,” tegasnya ketika ditemui di Puri Gedeh, Rabu (29/3).

Dia memprediksi, pertanyaan yang dilempar masih ada kaitannya dengan kesaksiannya saat diperiksa Komisi Pemberantasasn Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu. seperti proses penganggaran, siapa saja yang menerima uang, siapa yang memberikan, dan lain sebagainya.

”Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah menerima jatah. Memang ditawari, tapi saya menolak. Bukan menerima terus dikembalikan. Lihat barangnya saja belum pernah,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku senang atas bocornya dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Miryam S Haryani. Dokumen yang memperkuat bahwa dirinya tidak menerima uang suap bakal disampaikan kepada hakim dalam sidang hari ini. Menurutnya, pernyataan dalam BAP tersebut membuktikan bahwa dirinya memang tidak terlibat.

”Ini yang ngomong orang lain, lho. Bukan saya. Kalau saya yang ngomong tidak terima, mungkin orang tidak akan percaya,” katanya.

Ganjar berharap dari kesaksian BAP Miryam, pengungkapan kasus e-KTP bisa lebih cepat. ”Sekarang yang beredar setidaknya membuat pribadi saya lebih jelas, apa sikap saya, bagaimana kondisi dan faktanya, mungkin juga bisa menjelaskan alurnya, siapa-siapa aktornya,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Rahmat Bowo Suharto justru menyayangkan Miryam mencabut dokumen BAP. Sebab, pencabutan itu bisa menjadi bumerang karena jika terbukti memberi keterangan palsu, bisa terjerat hukuman pidana.

Menurutnya, pencabutan BAP merupakan hak, tapi harus ada alasan yang cukup kuat. ”Saya masih sulit menerima alasan pencabutan karena alasannya keterangan yang diberikan saat itu dalam kondisi tertekan,” terangnya.

Jika memang pemeriksaan tersebut dalam kondisi tertekan, tapi mengapa keterangan yang diberikan cenderung bisa runtut. ”Bahkan disertai urutan pertistiwa dengan penyebutan nama dan nominal uang secara runtut dan sistematis,” imbuhnya. (amh/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belasan Ibu Menyusui Kejang dan Muntah

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Warga dua desa di Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan Kabupaten Magelang dibuat geger, Senin (26/3). Belasan ibu dalam masa menyusui mengalami sakit hampir...

Dua Objek Wisata Baru di Limbangan

KENDAL- Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kendal mulai menyasar objek wisata desa. Kali ini, ada dua wisata dua bukit batu yang terletak...

Asal Belok, Truk Hajar Pengendara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang pengendra motor bernama Suyati, 60, tewas secara tragis. Warga Randugarut, Kecamatan Tugu, Semarang, itu tewas terlindas truk di depan SPBU,...

Bunga Pinus Diolah Jadi Teh Herbal yang Bernilai Ekonomis

MAGELANG - Di tangan lima mahasiswa PGSD FKIP UM Magelang, bunga pinus mampu diolah menjadi teh kantong herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.  Hasil penelitian...

Penghuni Bantaran Ogah Pindah ke Rusunawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) menyatakan ogah pindah ke tempat relokasi di rumah susun...

Kunjungi SMPN 17, David Beckham Disuguhi Getuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Siswa SMP Negeri 17 Semarang dikejutkan kehadiran salah satu legenda sepak bola dunia, David Beckham. Kehadiran mantan pemain sepak bola asal Inggris...