Difabel Butuh Layanan Home Care

Pemkab Harus Jemput Bola Layanan Disabilitas

481
TANPA DISKRIMINASI: Muhammad Albar saat melakukan kunjungan ke paguyuban orang tua penderita disabilitas di Desa Bumerejo Kecamatan Mojotengah, Rabu (29/3). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TANPA DISKRIMINASI: Muhammad Albar saat melakukan kunjungan ke paguyuban orang tua penderita disabilitas di Desa Bumerejo Kecamatan Mojotengah, Rabu (29/3). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Pelayanan kesehatan harus menjangkau semua kalangan. Wakil Ketua DPRD Wonosobo Muhammad Albar mendesak Pemkab Wonosobo utamanya Dinas Kesehatan dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit serta puskesmas untuk memperhatikan penyandang disabilitas.

“Kita harus berkomitmen untuk membantu kepada para penyandang disabilitas,” ungkap Albar usai melakukan kunjungan di Dusun Kongsi, Desa Bumerejo, Kecamatan Mojotengah, Rabu (29/3).

Dalam kunjungan tersebut, Albar bertemu dengan para orang tua yang anaknya menyandang disabilitas. Berbagai keluhan disampaikan oleh para ibu tersebut. Di antaranya banyak penderita disabilitas berlatar belakang keluarga miskin dan tidak memiliki BPJS.

“Saya mendorong kepada puskesmas dan RSUD agar melakukan pelayanan home care. Tenaga kesehatan harus melayani ke rumah–rumah penyandang disabilitas,” katanya.

Dikatakan dia, kalaupun ada yang sudah memiliki BPJS, orang tua penyandang disabilitas harus memeriksakan kesehatan hingga 2 kali dalam sepekan. Sehingga ongkos untuk bolak balik ke puskesmas maupun antrean panjang di RSUD akan membutuhkan waktu yang panjang. “Padahal mereka juga harus mengurus rumah tangganya, maka kami minta kepada pemerintah menumbuhkan tanggung jawabnya,” katanya.

Apalagi, kata Albar, Pemkab Wonosobo sudah menetapkan Peraturan Daerah tentang Kabupaten Ramah HAM. Salah satu amanah dalam Perda tersebut, pemerintah wajib melayani dan melindungi kaum disabilitas. “Kalau layanan terhadap kelompok disabilitas tidak segera dipenuhi, berdosa,” tegasnya.

Selain layanan kesehatan, Albar juga mendapatkan keluhan dari orang tua penyandang disabilitas yang menghabiskan banyak waktu untuk merawat kesehatan anaknya. Para ibu ini membutuhkan bantuan permodalan untuk membangun ekonominya agar tetap berjalan.

“Kami akan komunikasikan dengan dinas sosial untuk membantu permodalan usaha, Cuma memang ada syaratnya, paguyuban ini  harus memiliki akte notaris, saya sudah bantu untuk pengurusan pembuatan akte notaris,” katanya.

Albar mendorong Dinas Sosial memikirkan skema pendampingan agar keluarga yang memiliki anak disabilitas dibantu dalam usaha. Selain kecamatan  Garung dan Mojotengah, ia juga akan mendorong semua wilayah di Wonosobo memberikan pelayanan yang sama. Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga didorong menghadirkan guru ke rumah-rumah anak disabilitas agar hak mendapatkan pendidikan terlayani.

“Kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan baik soal biaya maupun pelayanannya dengan sistem home care atau kunjungan rumah, juga pelayanan pendidikan yaitu sekolah khusus untuk anak yang berkebutuhan khusus, agar kita tidak berdosa,” jelasnya. (ali/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here