33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Difabel Butuh Layanan Home Care

Pemkab Harus Jemput Bola Layanan Disabilitas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Pelayanan kesehatan harus menjangkau semua kalangan. Wakil Ketua DPRD Wonosobo Muhammad Albar mendesak Pemkab Wonosobo utamanya Dinas Kesehatan dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit serta puskesmas untuk memperhatikan penyandang disabilitas.

“Kita harus berkomitmen untuk membantu kepada para penyandang disabilitas,” ungkap Albar usai melakukan kunjungan di Dusun Kongsi, Desa Bumerejo, Kecamatan Mojotengah, Rabu (29/3).

Dalam kunjungan tersebut, Albar bertemu dengan para orang tua yang anaknya menyandang disabilitas. Berbagai keluhan disampaikan oleh para ibu tersebut. Di antaranya banyak penderita disabilitas berlatar belakang keluarga miskin dan tidak memiliki BPJS.

“Saya mendorong kepada puskesmas dan RSUD agar melakukan pelayanan home care. Tenaga kesehatan harus melayani ke rumah–rumah penyandang disabilitas,” katanya.

Dikatakan dia, kalaupun ada yang sudah memiliki BPJS, orang tua penyandang disabilitas harus memeriksakan kesehatan hingga 2 kali dalam sepekan. Sehingga ongkos untuk bolak balik ke puskesmas maupun antrean panjang di RSUD akan membutuhkan waktu yang panjang. “Padahal mereka juga harus mengurus rumah tangganya, maka kami minta kepada pemerintah menumbuhkan tanggung jawabnya,” katanya.

Apalagi, kata Albar, Pemkab Wonosobo sudah menetapkan Peraturan Daerah tentang Kabupaten Ramah HAM. Salah satu amanah dalam Perda tersebut, pemerintah wajib melayani dan melindungi kaum disabilitas. “Kalau layanan terhadap kelompok disabilitas tidak segera dipenuhi, berdosa,” tegasnya.

Selain layanan kesehatan, Albar juga mendapatkan keluhan dari orang tua penyandang disabilitas yang menghabiskan banyak waktu untuk merawat kesehatan anaknya. Para ibu ini membutuhkan bantuan permodalan untuk membangun ekonominya agar tetap berjalan.

“Kami akan komunikasikan dengan dinas sosial untuk membantu permodalan usaha, Cuma memang ada syaratnya, paguyuban ini  harus memiliki akte notaris, saya sudah bantu untuk pengurusan pembuatan akte notaris,” katanya.

Albar mendorong Dinas Sosial memikirkan skema pendampingan agar keluarga yang memiliki anak disabilitas dibantu dalam usaha. Selain kecamatan  Garung dan Mojotengah, ia juga akan mendorong semua wilayah di Wonosobo memberikan pelayanan yang sama. Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga didorong menghadirkan guru ke rumah-rumah anak disabilitas agar hak mendapatkan pendidikan terlayani.

“Kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan baik soal biaya maupun pelayanannya dengan sistem home care atau kunjungan rumah, juga pelayanan pendidikan yaitu sekolah khusus untuk anak yang berkebutuhan khusus, agar kita tidak berdosa,” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pedagang Pasar Gladak Bertahan di Lapak Darurat

KENDAL—Pembangunan Pasar Gladak, Kaliwungu telah rampung dikerjakan sejak akhir Desember tahun lalu. Namun hingga kini, para pedagang masih menempati lapak-lapak pengungsian. Yakni lapak sementara...

Pemkot Komitmen Berantas Pungli

PEKALONGAN -  Guna meminimalisir dan tegaskan komitmen berantas pungutan liar (Pungli) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)...

Pencuri Helm di Balai Kota Diringkus

SEMARANG - Pengunjung balai kota maupun para pegawai Pemkot Semarang, beberapa waktu terakhir ini dibuat geram oleh pencuri helm. Sudah ada belasan bahkan puluhan...

Ternak Mati Misterius, Warga Dihantui Waswas

PURWOREJO—Warga Padukuhan Buwono, Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, masih dihantui rasa waswas, menyusul matinya kambing-kambing secara misterius milik warga. Salah satunya, misteri kematian...

Arbani Siapkan Umrah Ramadan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tak butuh waktu lama bagi Arbani Tour & Travel Umrah untuk bisa merebut hati masyarakat kota Semarang dan sekitarnya. Berkat berbagai...

Panen Tebu Dijual ke Jatim

SEMARANG  - Kesejahteraan para petani tebu di Jateng masih minim. Dewan mulai menggagas rancangan perda tentang rendemen. Ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan...