Budayakan Membaca, Gelar Pameran Buku

1855
RESMIKAN PAMERAN : Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid saat membuka secara resmi Pameran Buku dalam rangka HUT Kota Pekalongan ke-111, di Gedung Jatayu, Rabu (29/3) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
RESMIKAN PAMERAN : Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid saat membuka secara resmi Pameran Buku dalam rangka HUT Kota Pekalongan ke-111, di Gedung Jatayu, Rabu (29/3) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Untuk menjadikan warga Kota Pekalongan dan sekitarnya gemar membaca buku, Pemkot Pekalongan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 kembali menggelar Pameran Buku Murah sampai Selasa (4/4) mendatang. Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid didapuk membuka acara sekaligus Pameran Arsip dan Jambore kepustakaan IV yang digelar di Kompleks GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Rabu (29/3) kemarin.

“Acara pameran Buku dan Jambore Kepustakaan IV ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke-111. Harapannya, masyarakat terutama anak-anak rajin membaca buku-buku bermutu. Sehingga bisa meningkatkan pengetahuan siswa dan warga,” tutur pria yang biasa disapa dengan panggilan Alex ini.

Dalam pameran buku ini, Alex berharap, agar masyarakat bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Pada Pameran tersebut, warga bisa mendapatkan buku murah berkualitas. “Sehingga bisa meningkatkan minat baca masyarakat,” tandasnya.

Ditegaskan kembali, pada peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ke-111 kali ini, diperingati secara sederhana ketimbang waktu sebelumnya. “Tahun ini, ulang tahunnya sederhana, namun melibatkan masyarakat dan komunitas sebanyak-banyaknya. Harapannya, warga setempat lebih merasa memiliki kotanya sendiri, dengam memberikan penghormatan saat ulang tahun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan, Erli Nufiati menegaskan bahwa acara yang selalu digelar tiap tahun ini, diikuti oleh 54 stand dari berbagai penerbitan. Selain itu, ada stand produk lain, seperti aksesoris herbal dan kuliner.

“Pameran buku ini sangat penting, karena buku merupakan salah satu alat untuk mencerdaskan bangsa sekaligus membudayakan gemar membaca. “Budaya gemar membaca, diharapkan masyarakat memiliki rilmu dan akhlak mulia,” tegas Erli.

Pameran buku juga disambut gembira oleh ratusan siswa dan siswi sekolah yang sudah menunggu sejak pagi. Begitu Wali Kota Pekalongan selesai menggunting rangkaian melati sebagai tanda diresmikan, mereka langsung berebut masuk. Mereka menyerbu stand-stand buku yang ada.

Salah satunya Teguh, siswa kelas 7 ini langsung membeli dua komik. Harganya juga terjangkau oleh kantong dan sesuai uang jajannya sehari-harinya.

“Tadi beli komik, disuruh ibu guru beli buku apa saja, yang penting mau membaca. Saya beli komik dua tadi, cuma 20 ribu,” ucapnya senang. (han/adv/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here